Trending
Gibraltar, Saksi Bisu Masuknya Islam Ke Daratan Eropa

Gibraltar, Saksi Bisu Masuknya Islam Ke Daratan Eropa

Selasa, 29 Oktober 2019 10:49 Rizal Amirullah destinasi


 

Koropak.co.id - Pernahkah kalian mendengar Gibraltar? Kali ini, Koropak berkesempatan menelusuri Gibraltar yang disebut juga Jabal Thariq atau Euro Point. Gibraltar adalah bukit karang yang menjorok kelautan yang menjadi pembatas antara Maroko di Afrika.

Dari Gibraltar inilah agama Islam masuk Eropa. Asal usul Gibraltar ini bermula pada 3 Mei 711 masehi. Thariq bin Ziyad membawa 700 pasukan menuju Spanyol untuk membasmi kedzaliman sekaligus mengenalkan Islam.

Pendaratan pertama Thariq adalah di bukit karang Gibraltar. Lokasinya adalah Euro Point. Setibanya di Gibraltar, Thariq membangun masjid di Gibraltar. Tak lama kemudian Thariq mendapat tambahan pasukan sebanyak 5.000 orang. Pasukan Spanyol yang dipimpin Raja Roderick membawa pasukan lengkap sebanyak 100.000 prajurit.

 

Koropak.co.id - Gibraltar, Saksi Bisu Masuknya Islam Ke Daratan Eropa (1)

 

Di hari perang, pasukan Islam yang dipimpin Thariq berhasil memenangi pertempuran walaupun dari segi jumlah tidak seimbang. Setelah perang besar yang dikenal dengan Perang Sidonia ini, pasukan muslim dengan mudah menaklukkan sisa-sisa wilayah Andalusia lainnya. Musa bin Nushair bersama Thariq bin Ziyad berhasil membawa pasukannya hingga ke perbatasan di Selatan Andalusia.

Musa bin Nushair dan Thariq bin Ziyad tidak hanya mengalahkan penguasa-penguasa zalim di Eropa, namun mereka berhasil menaklukkan hati masyarakat Eropa dengan memeluk Islam. Mereka berhasil menyampaikan pesan bahwa Islam adalah agama mulia dan memuliakan manusia.

 

Koropak.co.id - Gibraltar, Saksi Bisu Masuknya Islam Ke Daratan Eropa (3)

 

Dikarenakan kemenangan yang gemilang, nama Thariq bin Ziyad pun diabadikan pada sebuah gunung karang dan masjid kecilnya yang terletak di tanah datar, bersebelahan dengan karang. Pada tahun 1995, masjid itu direnovasi dengan anggaran dari pemerintah Arab Saudi yang kala itu dipimpin raja King Fahad bin Abdulazis Al-Saud.

Menghabiskan anggaran 5 juta poundsterling, masjid itu kini memiliki luas 985 meter persegi dan bisa menampung 400 jemaah. Di dalam kompleks masjid terdapat rumah untuk imam masjid, pengurus masjid, ruang pertemuan, perpustakaan dan kantor masjid. Dengan sistem ventilasi yang brilian, walaupun cuaca di luar sedang panas atau dingin membuat suhu di dalam masjid tetap sejuk.*

 

Baca pula : Islandia Negeri Tanpa Siang dan Malam Selama 4 Bulan

Berita Terkait