Trending
Penakluk Atap Dunia Berbagi Pengalaman di Dies Natalies KPGBS

Penakluk Atap Dunia Berbagi Pengalaman di Dies Natalies KPGBS

Selasa, 19 November 2019 12:13 Eris Kuswara Komunitas



Koropak.co.id - Tamu Kehormatan Pendaki Maestro, Sabar Gorky mengapresiasi kegiatan Dies Natalies Komunitas Pendaki Gunung Balad Soekarno (KPGBS) Indonesia ke-8 yang dilaksanakan di Kawasan Gunung Galunggung Tasikmalaya, Sabtu (16/11/2019) malam. Menurutnya kegiatan tersebut sangat positif untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota.

"Ulang tahun KPGBS Indonesia ke-8 luar biasa, karena dilaksanakan di tempat yang baru yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru karena memiliki pemandangan yang luar biasa. Tempat ini juga bisa dijadikan sebagai wahana berkumpulnya komunitas KPGBS dari seluruh Indonesia," kata Sabar saat dikonfirmasi Koropak, Senin (18/11/2019).

Sabar berharap kegiatan Dies Natalis KPGBS bisa dikemas lebih baik lagi. Sabar juga berpesan untuk para pendaki milenial untuk selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan.

"Mendaki gunung itu tidak akan bisa lari. Jika tidak bisa sampai hari ini, maka besok juga masih bisa kita ulangi kembali. Selain itu, jangan meninggalkan sampah sedikitpun di gunung, karena gunung dan alam ini adalah warisan bagi anak dan cucu kita nanti," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Penakluk Atap Dunia Berbagi Pengalaman di Dies Natalies KPGBS (2)

 

Baca : Peringati Hari Jadi, KPGBS Indonesia Gelar Silaturahmi Akbar


Hal senada dituturkan Pembicara dalam Dies Natalies KPGBS Indonesia, Zie Van Maung. Menurutnya, kegiatan Dies Natalies KPGBS Indonesia ke-8 penuh makna karena bisa mendatangkan seseorang yang sangat inspiratif yakni Sabar Gorky.

"Dahulu terdapat istilah PA, namun sekarang istilah tersebut bergeser menjadi dua sisi yang berbeda yakni pecinta alam dan penikmat alam. Jika kita memposisikan PA sebagai penikmat alam, maka tidak akan ada beban bagi dirinya karena dia datang hanya sebagai penikmat saja," tutur Zie.

Ditambahkan Zie, berbeda jika pecinta alam. Ada beban moral dan ada kata cinta yang didapatkannya. Karena jika dia cinta dengan alam tersebut, secara otomatis dia juga harus bisa menjaganya.

"Dengan demikian jika cinta itu sudah tumbuh, maka secara otomatis di gunung manapun di Indonesia tidak akan ada sampah sedikit pun. Saya berharap KPGBS Indonesia semakin kompak, mampu memberikan manfaat bagi setiap anggota, komunitas serta nusa dan bangsa," katanya.*

 

Baca pula : Abah Bongkeng Berbagi Wawasan

 

Berita Terkait

Abah Bongkeng Berbagi Wawasan

Abah Bongkeng Berbagi Wawasan

Komunitas Pendaki Gunung Balad Soekarno (KPGBS) Indonesia menggelar acara silaturahmi…

19 November 2018 16:33:33