Trending
Jatuh Bangunnya Dunia Perfilman di Tasikmalaya, Bangkit Berkat TSFF

Jatuh Bangunnya Dunia Perfilman di Tasikmalaya, Bangkit Berkat TSFF

Selasa, 03 Desember 2019 20:59 Erni Nur'aeni Mice


 

Koropak.co.id - Sebagai salah satu upaya dalam mengapresiasi para sineas perfilman, Rumpun Film Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya menggelar malam penganugrahan Tasik Short Film Festival (TSFF) di tahun ke-5, dengan mengusung tema "Its my style".

Dikonfirmasi Koropak, Selasa (3/12/2019) Ketua Rumpun Film DKKT, Rian Sulaeman yang akrab disapa Bungsu menuturkan kegiatan yang digelar di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Sabtu (30/11/2019) tersebut merupakan rangkaian kegiatan Kibar Budaya Jilid 5.

Dalam TSFF, ucap Bungsu, dilaksanakan pemutaran 15 film para peserta yang terpilih, yaitu 10 dari film lokal dan 5 untuk film tamu.

"Alhamdulillah, peserta di kegiatan TSFF ini semakin banyak karena para kreator film memang memerlukan wadah untuk menyalurkan ide kreativitasnya. Sehingga acara seperti TSFF ini menjadi hal yang dinanti-nanti para sineas film, " katanya.

 

 

Jatuh Bangunnya Dunia Perfilman di Tasikmalaya, Bangkit Berkat TSFF

 

Baca : Film Odeng Raih Juara 2 Dalam Tasik Short Film Festival

 

Dijelaskan Bungsu, TSFF tidak hanya diikuti oleh peserta dari Tasikmalaya saja, bahkan daerah lain sampai luar negeri ikut dalam apresiasi ini seperti salah seorang peserta dari Algria Maroko dengan membawakan film berjudul The Laws, Sutradara Mohamed Larbi Bourourou.

"Dengan adanya apresiasi dari daerah lain, termasuk karya sineas film dari luar negeri, menunjukkan bahwa eksistensi perfilman sudah berkembang," katanya.

Bungsu menambahkan, sebelum adanya DKKT, ia besama komunitasnya merasa kesulitan untuk menciptakan sebuah agenda pemutaran dan penganugerahan film karya sineas Tasikmalaya dengan radius nasional. Hingga pada akhirnya pegiat film di Tasikmalaya mengalami penurunan pada tahun 2013 dan bangkit kembali tahun 2017 setelah dilaksanakannya TSFF.

"Awalnya kita mengandalkan dana swadaya, dengan orientasi, TSFF harus terus berjalan guna memacu spirit sineas film. Kini, dengan adanya DKKT, menjadi jembatan untuk para pembuat film pendek menyalurkan karyanya," kata Bungsu.

Bungsu berharap, perkembangan perfilman di Tasikmalaya selain berkembang, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sebab film menjadi media efektif dalam memberikan pesan kepada masyarakat.*

 

Berita Terkait