Trending
Minim Anggaran, Grand Final Moka Sukapura 2019 Gunakan Gedung DPRD

Minim Anggaran, Grand Final Moka Sukapura 2019 Gunakan Gedung DPRD

Kamis, 05 Desember 2019 19:22 D. Farhan Kamil Mice


 

Koropak.co.id - Gebyar malam grand final pasanggiri mojang jajaka (Moka) Sukapura Kabupaten Tasikmalaya tahun 2019, Rabu (4/11/2019) , tak secerah histori di balik kesulitan panitia acara untuk mencari dukungan dana kegiatan serta prospek para juara moka Kabupaten Tasikmalaya ke depan.

Grand final Moka Sukapura 2019 sebagai ajang untuk mencari generasi muda unggul yang didedikasikan untuk duta-duta pariwisata, sejatinya dilaksanakan di tempat refresentatif seperti di hotel-hotel atau di objek-objek wisata yang tersebar luas di wilayah Kabupaten Tasikmalaya sepert geo park Galunggung, pantai Cipatujah atau tempat-tempat wisata lainnya, sembari mempromosikan objek wisata tersebut.

Tetapi faktanya, grand final Moka ini justru dilaksanakan di gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Tak sampai disitu, para juara Moka termasuk juara Moka tahun-tahun sebelumnya pun tak pernah mendapat penghargaan atau pembinaan selain selembar kertas besar bertuliskan angka-angka menggiurkan namun tetap gaib.

"Sebelum pelaksanaan malam gebyar Pasanggiri Moka Sukapura 2019 ini, saya kedatangan panita kegiatan dan meminta bantuan agar gedung paripurna DPRD bisa digunakan termasuk dengan bantuan konsumsinya. Ini sangat memprihatinkan. Alasan mereka karena di dinas tidak ada anggaran," kata Ketua Majelis Muda Indonesia (MMI) sekaligus Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Demi Hamzah Rahadian, SH., MH.

 

Koropak.co.id - Minim Anggaran, Grand Final Moka Sukapura 2019 Gunakan Gedung DPRD (1)

 

Baca : Disparpora Gelar Pasanggiri Mojang Jajaka Sukapura

 

Apakah benar tidak ada anggaran? Kata Demi. Hal ini patut dipertanyakan. Pasalnya Pasanggiri Moka merupakam agenda rutin tahunan yang sudah populer di Kabupaten Tasikmalaya.

Kondisi Moka Kabupaten Tasikmalaya ini menurut Demi, teramat memprihatinkan bahkan tragis. Grand final Moka terselenggara karena kerja keras panitia dan swadaya para Moka itu sendiri serta dukungan sponsorship.

"Ini kan ironis. Belum lagi jika berbicara prospek para Moka ke depan yang tidak jelas mau diseperti apakan. Bahkan untuk hadiah para juara Moka pun tak kunjung jelas," ucapnya.

Lebih lanjut Demi menegaskan, seringkali pihaknya mengkritisi pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata. "Moka ini anak-anak muda yang seharusnya menjadi ikon atau duta pariwisata. Kenapa mereka tidak dipasilitasi maksimal? Mereka bukan hanya duta pariwisata, mereka adalah orang-orang terpilih yang bukan hanya memiliki penampilan dan paras cantik atau tampan. Mereka memiliki kecakapan hebat dan IQ di atas rata-rata. Mereka anak-anak kita, pemerintah seyogyanya membackup dengan cara fasilitasi di berbagai bidang," tuturnya.*

 

Baca pula : Kadisparpora Kabupaten Tasikmalaya Akui Anggaran Tercoret

Berita Terkait