Trending
Wayang Golek Butuh Ruang Ekspresi Lebih Intensif

Wayang Golek Butuh Ruang Ekspresi Lebih Intensif

Jum'at, 06 Desember 2019 20:41 Erni Nur'aeni Mice


 

Koropak.co.id - Kegiatan penutup Kibar Budaya Jilid 5 diisi oleh Rumpun Padalangan Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya yang menampilkan kesenian Wayang Golek yang digelar di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Kamis (5/12/2019).

Hadirnya ratusan siswa yang memenuhi kursi audience membuat suasana pementasan wayang golek persembahan dalang Asep Gunawan Wibiksana kian meriah. Riuh aplause audience pun menjadi pembuka pementasan yang bertujuan untuk memberikan tuntunan melalui tontonan tersebut.

Dikonfirmasi Koropak, Jumat (6/12/2019) Kepala Seksi Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, Andri Candiaman mengatakan hadirnya ratusan audience dari kalangan pelajar tersebut menjadi salah satu kebanggaan tersendiri sebab menjadi gambaran bahwa para generasi muda tidak hanya menonton akan tetapi mempunyai rasa mencintai akan budaya sendiri.

"Sangat luar biasa, pementasan wayang golek ini sesusai target seiring banyaknya apresiasi dari audience. Kami berharap ke depan tidak hanya mendapatkan apresiasi dari pelajar namun juga dari masyarakat umum serta mahasiswa," ujarnya.

Kota Tasikmalaya, ucap Andri, saat ini sudah memiliki tim pedalangan dari kalangan anak muda, yang telah dibina dalam seni pedalangan, dan diharapkan ke depannya dapat unjuk gigi di kegiatan-kegiatan besar.

"Salah satu kesulitan dalam mengembangkan seni wayang golek ini tidak adanya fasilitas yang memadai, sebab wayang golek memerlukan banyak fasilitas dengan biaya cukup besar," katanya.

 

 

Koropak.co.id - Wayang Golek Butuh Ruang Ekspresi Lebih Intensif

 

Baca : Generasi Milenial Harus Mampu Lanjutkan Warisan Padalangan

Dengan adanya Disporabudpar dan DKKT, kata Andri, para seniman wayang golek akan tetap berkiprah. Diharap ke depan wayang golek ini akan mendapatkan pembinaan yang lebih terfokus serta mendapatkan ruang untuk berekspresi yang lebih banyak.

"Saat ini memang pertujukan wayang golek sangat jarang dijumpai, sehingga media-media pengenalan wayang sangat kurang. Hal tersebut menyebabkan sebagian besar generasi muda tidak mengetahui kesenian ini. Dengan diawali pagelaran ini mereka dapat mencintai serta ikut melestarikan kesenian wayang golek bersama seniman dan pemerintah," ujar Andri.*

 

Baca pula : Pementasan Wayang Golek Tutup Rangkaian Kibar Budaya Jilid 5

 

Berita Terkait