Trending
Tiga Seniman dan Budayawan Tasikmalaya Raih Anugerah Budaya

Tiga Seniman dan Budayawan Tasikmalaya Raih Anugerah Budaya

Senin, 16 Desember 2019 14:55 Erni Nur'aeni Mice




Koropak.co.id - Dalam Malam Anugerah Budaya yang digelar Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Sabtu (14/12/2019) memberikan penghargaan kepada 3 senima yang telah mengharumkan serta memajukan kesenian di Kota Tasikmalaya.

Ketiga penerima penghargaan tersebut yakni Sanggar Seni Sunda Buhun Candralijaya, Hj. Siti Habibah pendiri Grup Qasidah At-Tarbiyah, serta legenda tari Toto Sunarto.

Dikonfirmasi Koropak, Senin (16/12/2019) Ketua DKKT Bode Riswandi mengatakan anugerah budaya yang digelar kali ini merupakan kali keempat, yang memberikan penghargaan kepada para seniman sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besarnya bagi peradaban bangsa dalam membangun citra berkepribadian luhur melalui kesenian.

"Anugerah Budaya merupakan agenda setiap tahunnya, yang digelar sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada para seniman, meskipun hal ini tidak sebanding dengan apa yang telah mereka karyakan untuk Kota Tasikmalaya," kata Bode.

Anugerah pertama diberikan kepada Sanggar Seni Sunda Buhun yang dipimpin H. Ipin Saripin dan berdiri sejak tahun 1979 di Kampung Cirangkong Desa Cikeusal Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya.

"Grup Candralijaya ini merupakan pegiat seni sunda buhun, mulai dari terebang gebes, rangkong, beluk, debus, tutunggulan, angklung buncis, lais, pencak silat dan syi'iran," tuturnya.

 

 

Koropak.co.id - Tiga Seniman dan Budayawan Tasikmalaya Raih Anugerah Budaya

 

Baca : Pementasan Wayang Golek Tutup Rangkaian Kibar Budaya Jilid 5

Penerima kedua adalah pelopor Qasidah Modern di Tasikmalaya, Hj. Siti Habibah. Pendiri Grup Qasidah At-Tarbiyah tersebut merupakan seorang penceramah yang populer di era 1970-an sampai 1990-an.

"Beliau memadukan unsur dakwah ke dalam seni musik qasidah dengan lirik-lirik yang penuh pesan moral agama di dalamnya," tutur Bode.

Terakhir, ucap Bode, adalah Toto Sunarto yang merupakan seorang legenda tari yang kini terlupakan. Ia merupakan seorang karyawan Bengkel Perlatan Lapangan (Benglap) dan mengawali karirnya sebagai guru tari di Sanggar Sekar Bhakti. Toto menggunakan Aula Benglap DPLAD yang secara organisasi menginduk ke Kodim 0612 Tasikmalaya, untuk membuka kursus tari yang diikuti oleh anak-anak, remaja, hingga dewasa.

"Dari mereka yang mendapatkan penghargaan, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi milenial untuk terus mengembangkan seni budaya sendiri, dan terpacu untuk mengikuti jejak para seniman untuk mengharumkan Kota Tasikmalaya," katanya.*

 

Lihat Video : Upaya Melestarikan Seni Budaya Sunda

 

Berita Terkait