Trending
Fenomena Aneh di Makam Eyang Japaliman Ciakar, Ciamis

Fenomena Aneh di Makam Eyang Japaliman Ciakar, Ciamis

Senin, 13 Januari 2020 16:51 Rizal Amirullah Legenda



Koropak.co.id – Cerita tentang makam Eyang Japaliman bagi sebagian orang dianggap mistis. Sebagian lagi, menganggapnya keramat. Mereka percaya bahwa tradisi tutur mengawali segala sesuatu. Sastra lahir dari tumpahnya darah manusia pertama kali di atas tanah, puisi tertua berupa madah ratapan Adam dalam kematian putra pertamanya, Habil.

Eyang Japaliman dalam tradisi tutur, tidak diketahui cerita muasal sosoknya secara detail. Dijelaskan Kholidi, kuncen makam bahwa Eyang Japaliman berasal dari Banten tapi masih keturunan dari Krawang Loji atau Eyang Mbah Wali Sangga Buana yang dilambangkan dengan ular naga. Dahulunya, Eyang Japaliman adalah kepala desa pertama Desa Ciakar, sedangkan amilnya adalah Ajengan Kawangsan yang sekarang letak makamnya berjarak sekitar 1 kilometer dari makam Eyang Japaliman yang berlokasi di Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.

Banyak cerita menarik yang berkembang di masyarakat tentang keanehan makam Eyang Japaliman. Kholidi menuturkan salah satunya, terdengar suara bambu yang dibelah keluar dari makam Eyang Japaliman. Bambu yang sudah menjadi identitas manusia Sunda, dan menjadi ‘jembatan’ dalam berbagai kebutuhan, bersamaan falsafahnya yang mengakar dalam masyarakat. Setiap suara bambu terbelah itu terdengar bersamaan dengan adanya warga yang meninggal dunia. Tidak ada yang bisa menjelaskan fenomena aneh tersebut. Apakah sekedar penanda kehilangan wafatnya seseorang atau lebih dalam lagi suara bambu tersebut ingin bercerita tentang hilangnya kebersamaan karena pohon bambu dikenal tumbuh berumpun.

"Dulu waktu zaman gerombolan penjajah dan penjarah, makam Eyang Japaliman bisa dijadikan patokan. Jika pagar makam Eyang Japaliman jebol, menjadi pertanda gerombolan masuk ke perkampungan untuk merusak dan menjarah. Oleh karena itu pagar makam Eyang Japaliman dijaga jangan sampai jebol," ujar Kholidi.

 

Koropak.co.id - Fenomena Aneh di Makam Eyang Japaliman Ciakar, Ciamis (2)

 

Baca pula : Makam Gentong di Ambang Punah

Sekitar tahun 1960-an, kata Kholidi, masyarakat Ciakar sering mengadakan syukuran, dengan cara makan bersama di makam Eyang Japaliman. Makanan yang dibawa merupakan hasil panen.

"Akan tetapi tradisi tersebut timbul tenggelam hingga akhirnya hilang dengan sendirinya," katanya.

Melalui keanehan suara batang bambu yang terbelah itulah, kita belajar arti kehidupan. Bagaimana bambu yang dikenal tumbuh lambat, sebenarnya sedang menguatkan akarnya sehingga batangnya mampu menjulang tinggi. Hilangnya tradisi tutur, dan dongeng yang menjadi pijakan, bukankah dalam Al-Quran yang berisi kisah nabi untuk diteladani, seolah memberi penegasan bahwa kurikulum terbaik menurut Allah adalah melalui cerita.

"Walaupun silsilah Eyang Japaliman sudah redup, akan tetapi masyarakat Ciakar masih beranggapan bahwa sosok Eyang Japaliman adalah sosok legenda. Maka tak heran jika warga menganggap makam Eyang Japaliman adalah makam keramat yang harus dirawat," katanya.*


Baca pula : Inilah Silsilah Penamaan Desa Sidamulih

 

Berita Terkait