Trending
Bambu Juara Bambu Jawa Barat, Kampanyekan Bambu Untuk Dunia

Bambu Juara Bambu Jawa Barat, Kampanyekan Bambu Untuk Dunia

Minggu, 19 Januari 2020 20:32 D. Farhan Kamil Mice


 

Koropak.co.id - Di tengah-tengah aktivitas olahraga di kawasan CFD (Car Free Day) komplek perkantoran Pemkab Tasikmalaya, tepatnya di area tugu lam alif depan kantor Bupati Tasikmalaya, sejumlah remaja putri memainkan angklung menyajikan tembang-tembamg Sunda dan beberapa lagu nasional, Minggu (19/1/2020).

Sontak, penampilan sejumlah remaja putri yang terhimpun dalam Baju Baja (Bambu Juara Bambu Jawa Barat) ini menjadi perhatian para pengunjung kawasan CFD. Apalagi ketika Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Hj. Lina Marlina Ruzhan, tampil menjadi dirijen.

Saat diwawancara sejumlah wartawan, istri Wagub Jabar ini menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan ajang kampanye untuk mengajak masyarakat Kabupaten Tasikmalaya melestarikan bambu. "Karena saya orang Tasikmalaya, maka saya awali kampanye ini dari Tasikmalaya untuk kemudian merambah ke seluruh daerah di Jabar, nasional hingga internasional.

Menurutnya, di kalangan masyarakat selama ini, bambu dianggap barang yang biasa-biasa saja yang kerap dijadikan bahan bangunan dan ujungnya jadi kayu bakar. Padahal jika diolah dengan sedikit keahlian saja, terbukti bambu bisa jadi barang mewah yang harganya mencapai jutaan rupiah.

"Pemprov Jabar saat ini sedang menggalakan edukasi untuk pengembangan kerajinan dengan bahan baku bambu. Lewat Program Baju Baja, alhamdulillah kita sudah melakukan banyak pelatihan," kata Lina.

Bambu terang dia, bisa diolah menjadi aneka ragam kerajinan bernilai jual tinggi. Mulai dari hiasan, jam tangan, jam dinding, tas, bahkan sampai sepeda. Pasarnya pun terbuka luas seiring dengan tingginya permintaan kerajinan bambu baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

 

Koropak.co.id - Bambu Juara Bambu Jawa Barat, Kampanyekan Bambu Untuk Dunia (2)

 

Baca : Bambu Gila, Noltalgia Seni Magis Padepokan Padjadjaran Pusat

 

Jawa Barat kaya dengan ragam jenis pohon bambu. Potensi bambu di Jabar ini sangat luar biasa, dengan curah hujan tinggi, bambu tumbuh melimpah.

"Di Jabar ini ada 56 jenis bambu. Namun saat ini tersisa hanya sebanyak 36 jenis. Ada banyak ekosistem bambu yang sudah mulai punah di Jabar. Di antaranya bambu Tutul, Duri dan Bambu Ater dari kawasan Subang," tuturnya.

Ditambahkan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk ikut serta melestarikan bambu di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Tasikmalaya. "Masyarakat jangan hanya bisa menebang saja, tetapi harus ikut menanam dan melestarikannya," ucap Lina.

Sementara itu, Ketua Progran Baju Baja, Oki Himawan menuturkan melalui program Baju Baja, Pemprov Jabar bekerja sama dengan komunitas Hijau Lestari Indonesia (HLI) mengajak masyarakat Jabar, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya untuk menanam, memelihara, dan memproduksi berbagai produk bambu.

Saat ini jelas Oki, sejumlah kerajinan tangan berbahan bambu dari Jabar, seperti jam tangan sudah masuk ke pasar internasional. "Jumlah pesanan terus meningkat, ini kesempatan agar bambu Jabar semakin dikenal di mata internasional," katanya.*

 

Lihat : Ribuan Pelajar di Kota Tasikmalaya Mainkan Angklung Serempak