Trending
Situs Batu Rompe Ciamis Dalam Kisah Kerajaan Galuh

Situs Batu Rompe Ciamis Dalam Kisah Kerajaan Galuh

Minggu, 09 Februari 2020 10:13 Rizal Amirullah Legenda


 

Koropak.co.id – Situs Batu Rompe memiliki struktur unik, berbentuk tipis seperti diirs-iris, berbeda dengan bangunan purbakala lainnya yang ada diberbagai tempat, biasanya berbentuk kubus, segi empat atau segi tiga.

Sejarah Situs Batu Rompe di areal pesawahan Desa Sukaraharja, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mulai ada titik terang. Bentuknya menyerupai bangunan Candi berupa tumpukan batu tipis, hasil bentukan manusia yang tersusun rapi, bukan alamiah.

Saat berbincang bersama Koropak, Selasa (4/2/2020) salah seorang keturunan Ratu Galuh, Adin menceritakan asal usul terciptanya situs Batu Rompe.

“Kala itu, keluarga Raja di Kawali bernama Ratu Galuh untuk keperluan kerajaannya. Saat istrinya mandi pada waktu petang, terkejut melihat suaminya sudah pulang lagi dan menyambanginya ketika sedang mandi dan mengajak berhubungan suami istri.”

4 bulan kemudian, saat suaminya pulang, diketahui anak yang dikandungnya adalah anak jin. Setelah 12 bulan masa kehamilan lahirlah bayi laki-laki bernama Panjiboma, tumbuh sangat cepat, umur dua bulan saja tingginya sudah mencapai 2 meter.

"Singkat cerita, Panji Boma sudah dewasa, di kaki Gunung sawal, hulu sungai Cikadongdong, hiduplah Eyang Raksa Bala yang mempunyai putri sangat cantik yang bernama Punianjung sampai membuat tergila-gila 25 raja dari berbagai penjuru dunia," katanya.

Eyang Raksa Bala mengadakan sayembara, siapa yang bisa duduk di hadapan Eyang Raksa Bala sambil ngopi di batok kelapa kemudian sambil merokok, duduk dengan kaki ditumpangi satu sama lainnya maka dialah yang terpillih menjadi menantu.

  

Koropak.co.id - Situs Batu Rompe Ciamis Dalam Kisah Kerajaan Galuh (2)

 

Saking senangnya dengan Punianjung, Panji Boma merasa yakin akan menjadi pemenangnya. Bahkan Panji Boma sudah mempersiapkan barang untuk seserahan berupa setumpuk piring, satu lemari Emas, satu lemari pakaian, dan hewan ternak.

Pada hari yang telah ditentukan, dengan kesaktiannya, terbanglah Panji Boma dari Dayeuh Luhur melewati Sindang Balong, Winduraja. Tanpa sepengetahuannya, di atas area Sindang Balong, Eyang Maharaja Sakti loncat ke kantong jubah Panji Boma yang dipakai terbang. Setelah sampai di hulu Sungai Cikadongdong, Panji Boma tidak langsung menghadap Eyang Raksa Bala, namun Panji Boma bersih-bersih di hulu Sungai Cikadongdong.

Pada saat itulah, Eyang Maharaja Sakti yang menyelinap di kantong jubah Panji Boma, keluar dan langsung menghadap Eyang Raksa Bala sambil ngopi di Batok, merokok dan kaki yang satu dengan yang lainnya ditumpangi, persis sebagaimana sandiwara dari Eyang Raksa Bala. Setelah Panji Boma mengetahui kekalahannya, maka semua semua barang yang dibawanya, disumpah menjadi batu, yang kini dikenal sebagai Batu Rompe.

"Percaya ataupun tidak, itulah kiranya kisah asal muasal Batu Rompe dan cerita tersebut turun temurun dari buyut-buyut saya hingga sampailah ke saya," kata Adin.*

 

Baca pula : Mengungkap Misteri Situs Angker Batu Rompe di Kawali Ciamis