Trending
Winduraja dan Sakralnya Tiga Makam Keramat Raja Sunda

Winduraja dan Sakralnya Tiga Makam Keramat Raja Sunda

Minggu, 09 Februari 2020 11:53 Rizal Amirullah Legenda


 

Koropak.co.id - Winduraja adalah desa di Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis, memiliki luas 304 Hektare, terbagi dalam situs keramat dan danau Situ Wangi, berada pada tanah kemiringan 103 Hektare, serta tanah datar seluas 201 hektare.

Sampai sekarang Desa Winduraja masih utuh, tidak seperti desa di sekitarnya yang mengalami pemekaran. Banyak hal yang unik di desa Winduraja. Misalnya, Bendungan Cimuntur. Terdapat perkampungan di blok sawah pelem, dengan jumlah rumah hanya 40 unit, dan sampai sekarang belum bertambah.

Padahal pihak desa tidak melarang untuk membangun. Namun masyarakat setempat percaya bahwa hal itu berjalan. Begitu juga di Hulu Situ Wangi, terdapat penduduk asli yang disebut Baduy Winduraja. Adapun Helaran Sisingaan asli peninggalan Eyang Maharaja Sakti, biasa digunakan mengarak penganten sunat keliling kampung.

Di Winduraja juga, terdapat situs makam keramat yang diperkirakan makam 3 Raja Sunda, yaitu Rakeyan Gendang dengan gelar Braja Wisesa yang memerintah pada tahun 989-1042 Masehi, Darmaraja yang memerintah pada 1042-1065 Masehi dengan nama penobatannya Prabu Darmaraja Jaya Manahen Wisnu Murti Salaka Sunda Buana, serta Darma Kusuma yang memerintah pada tahun 1057-1175 Masehi yang memiliki gelar Maha Prabu karena dipercaya sebagai raja dari para raja Sunda.

 

 

Koropak.co.id - Winduraja dan Sakralnya Tiga Makam Keramat Raja Sunda (2)

 

Baca : Menakar Kisah Dua Legenda Ciakar Kabupaten Ciamis

Budayawan Lokal, Atus menuturkan adanya tiga makam keramat tokoh raja Sunda tersebut menjadikan betapa pentingnya Winduraja.

"Arti kata Winduraja menurut cerita turun temurun, yakni ngawindu para Raja, artinya raja-raja dikontrol dan diposisikan kembali sesuai dengan aturan yang dilakukan setiap 8 tahun," katanya.

Sementara itu, salah seorang cicit dari pewaris kisah hidup Winduraja, Jejen, di Winduraja, tukang bangunan masih sering memakai kata Windu ketika hendak membangun, menyerupai Feng Sui di China sebagai tolok ukur kebaikan bangunan.

"Menurut cerita kakek, dulu pernah petinggi dari TNI mengadakan Ngawindu di Winduraja. Malah Presiden RI pertama, Ir. Soekarno sering bertawasul di makam keramat di Winduraja setiap perayaan HUT RI," katanya.*

 

Baca pula : Situs Batu Rompe Ciamis Dalam Kisah Kerajaan Galuh

 

Berita Terkait