Trending
Pengrajin Angklung Generasi Keempat, Penerus Warisan Dunia

Pengrajin Angklung Generasi Keempat, Penerus Warisan Dunia

Sabtu, 22 Februari 2020 15:28 Lufti Zaidan Tradisi



Koropak.co.id - Bambu bagi orang Sunda adalah soko guru, tiang penyangga kehidupan. Kehadirannya memiliki sejarah panjang, memenuhi berbagai kebutuhan. Sifatnya yang ringan, awet dan mudah dibentuk, sering digunakan berbagai kebutuhan, mulai bahan perkakas, bangunan, alat musik, dongeng, kepercayaan, sampai falsafah hidup.  

Bambu sebagai waditra, alat musik yang  termaktub pada teks kuno dari abad 14, sampai sekarang masih bertahan. Salah satunya Jafar Sidik, Pengrajin Angklung di Kampung Karanganyar, Desa Cipondok, Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya.

Jafar meneruskan usaha keluarga menjadi pengrajin angklung secara turun temurun dari buyut yang sudah memulai di tahun 1960, dilanjutkan kakek, bapak, sampai kepadanya sebagai generasi ke empat di tahun 2008.

“Saya belajar membuat angklung secara tidak sengaja. Awalnya hanya membantu. Saat bapak mendapat orderan, bapak wales dan meninggal. Saya harus menyelesaikannya, alhamdulillah pembelinya puas dan berlanjut sampai sekarang,” kata Jafar.

 

Koropak.co.id - Pengrajin Angklung Generasi Keempat, Penerus Warisan Dunia (2)

 

Untuk memenuhi permintaan, baik dalam negeri atau luar negeri. Jafar Sidik mengakui kesulitan dalam penyediaan bahan baku bambu yang berkualitas karena pohon bambu harus mengandung garam. Seperti yang tumbuh di daerah dekat pantai, salah satunya dari Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya.

"Amanat almarhum kepada keluarga yang menjadi penerus angklung adalah kejujuran. Meski sudah berkembang, banyak pesanan tetap saja banyak kendala. Setelah dipikirkan lagi kejujuran yang dimaksud almarhum bukan sekedar masalah uang, dan pesanan tepat waktu tapi jujur terhadap bunyi. Jadi dari sekian banyak pesanan angklung ternyata ada satu saja yang fals, walau orang tidak akan tahu, tak boleh dibiarkan, supaya semua pihak puas," ucap Jafar.

Jafar meyakini usaha yang gelutinya bukan lagi sekedar meneruskan amanat tapi ikut ngamumule angklung yang sudah ditetapkan sebagai The Intangible Heritage oleh Unesco, melestarikan angklung yang menjadi kebanggaan Indonesia menjadi warisan budaya dunia.*

 

Baca pula : Kesenian Angklung Kota Tasikmalaya Bersiap Sambut Kunjungan Unesco



Berita Terkait