Trending
Kisah Tamu Istimewa Diajak Keliling Indonesia

Kisah Tamu Istimewa Diajak Keliling Indonesia

Minggu, 08 Maret 2020 14:38 Erni Nur'aeni Mice



Koropak.co.id - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater 28 Unsil Tasikmalaya akan membawakan naskah dari seniman asal Tasikmalaya, Bode Riswandi bertajuk Tamu Istimewa dalam Pentas Keliling tiga tempat mulai dari Tasikmalaya, Solo dan Bali yang akan dimulai pada 20 Maret 2020.

Dalam naskah tersebut, Bode menceritakan kisah seorang perempuan yang belum menikah bernama Rustini yang memungut seorang bayi perempuan di pinggir jalan. Perempuan itu mengorbankan dirinya untuk tidak menikah sepanjang masa karena alasan takut kelak suaminya akan menyiksa anaknya.

"Rustini pun berbohong kepada masyarakat bahwa anak itu adalah anak dari kakaknya yang meninggal setelah persalinan," kata Bode saat berbincang bersama Koropak, Minggu (8/3/2020).

Namun yang mengetahui kebenaran kisahnya, ucap Bode, adalah Mustofa, salah seorang tetangga Rustini yang memergokinya membawa anak tersebut. Selanjutnya, 27 tahun berjalan, bayi merah tersebut tumbuh menjadi sosok perempuan cantik. Namun dengan keterbatasan ekonomi, dia harus mengamen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Anak tersebut pun sudah pasrah menghadapi kenyataan bahwa ayahnya sudah meninggal ketika ia masih bayi. Bahkan Rustini mengajak anak tersebut untuk berziarah ke salah satu pemakaman yang entah milik siapa.

"Suatu saat anak tersebut bertemu dengan seorang lelaki yang bahkan ingin mengajaknya menikah, namun ternyata laki-laki tersebut memiliki siasat busuk untuk menjual anak tersebut," katanya.

Perasaan seorang ibu yang kuat, tutur Bode, meyakinkan Rustini bahwa ada hal buruk yang mengancam anaknya, meskipun bukan anak kandung. Hingga pada suatu saat Rustini mengikuti lelaki itu, dan terbukalah semua kebenaran bahwa lelaki tersebut akan menjual anaknya yang bernama Azizah.

 

Baca : Dari Tasikmalaya, Teater Unsil Siap Keliling Indonesia

 

Ketika lelaki itu kembali ke rumah untuk melamar namun Azizah disuruh mengambil sesuatu oleh Rustini, dan hal itu menjadi kesempatannya membunuh laki-laki itu bahkan Azizah tidak mengetahui niat jahat calon suaminya.

"Sampai Azizah melihat mayat laki-laki tersebut dan membunuh ibunya, bahkan Rustini tidak melakukan perlawanan serta hanya bungkam memendam rahasia yang telah diketahuinya. Namun Mustofa menjelaskan bahwa Rustini bukanlah ibu kandungnya," kata Bode.

Dari naskah tersebut, kata Bode, penonton dapat menafsirkan sendiri banyak hal berdasarkan berbagai sudut pandang, mulai segi kasih sayang seorang ibu, kerasnya kehidupan dan lainnya.

"Genrenya melodrama dengan bentuk pertunjukan nanti realis berbentuk lingkungan keseharian masyarakat," ujarnya.

Menyoal Pentas Keliling, Bode berharap Pentas Keliling tersebut dapat menjaga eksistensi UKM Teater 28 sebagai teater kampus yang senantiasa berproses kesenian setiap tahunnya.

"Dengan berteater memupuk jiwa-jiwa kritis, disiplin, dan mandiri," kata Bode.*

 

Baca pula : Puncak Milangkala Teater Tasikmalaya Jadi Ajang Silaturahmi

Berita Terkait