Trending
Dangdos Papanggoeng Agoeng, Ajakan Melestarikan Alam

Dangdos Papanggoeng Agoeng, Ajakan Melestarikan Alam

Senin, 09 Maret 2020 15:24 Dede Hadiyana Tradisi



Koropak.co.id - Satu momentum berharga kembali terukir di Tatar Sukapura kala gelaran tradisi Dangdos Papanggoeng Agoeng yang diinisiasi oleh Lugu Syarang Sakheti digelar di Objek Wisata Citiis Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (7/3/2020).

Sekitar 500 orang tampak hadir dalam acara tersebut baik dari Tasikmalaya maupun dari luar Tasikmalaya seperti Bandung, Majalengka, Cirebon, Ciamis yang terdiri dari berbagai komunitas Kasundaan, Padepokan, Ulama, Pondok Pesantren, termasuk Organisasi Masyarakat (Ormas).

Dikonfirmasi Koropak, Senin (9/3/2020) Ketua Lugu Syarang Sakheti Ikhsan Farid atau yang akrab disapa Abah Farid mengatakan, kegiatan yang rutin dilakukan sejak abad ke-11 ini merupakan kegiatan yang mengumpulkan seluruh rakyat di Tatar Sukapura, serta perwakilan dari Pelabuhan Sukabumi hingga Pangandaran.

"Pesan yang disampaikan dalam acara ini meliputi 3 hal, yakni manusia harus bisa mendandani diri atau merubah sikap menjadi lebih baik, manusia harus bisa memberikan manfaat bagi orang lain, dan manusia harus bisa mulasara alam atau melestarikan alam," ujarnya.

Biasanya, kata Abah Farid, kegiatan ini dilangsungkan pada awal tahun baru Hijriah, tepatnya setiap tanggal 10 Muharram. Namun kali ini, pihaknya mencoba merefleksikan acara ini pada bulan Rajjab.

"Soal kapan digelar sebetulnya tidak menjadi persoalan, karena pada dasarnya kegiatan ini harus berlangsung secara berkelanjutan, baik itu 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali termasuk lokasinya yang tidak harus selalu di sini. Untuk lokasinya sendiri biasanya dilaksanakan di wilayah pesisir mulai dari Sukabumi sampai Pangandaran karena wilayah kekuasaan pada zaman raja dahulu mendominasi di wilayah pesisir," katannya.

 

Koropak.co.id - Dangdos Papanggoeng Agoeng, Ajakan Melestarikan Alam (2)

 

Baca : Pewayangan Sekar Bangbara Tasikmalaya Suguhkan Aransemen Musik Bambu

Abah Farid berharap dari gelaran Dangdos Papanggoeng Agoeng tersebut, segenap masyarakat harus menjadi satu, baik warga, komunitas, padepokan, paguron, pondok pesantren, serta berkomitmen untuk kemajuan bersama dari seluruh lapisan masyarakat.

"Insyaallah, tiga bulan yang akan datang kita akan menggelar kegiatan serupa dengan bentuk yang berbeda. Sekarang di Galunggung, bulan Juli di Kota Tasikmalaya, dan bulan Oktober di Karang Tawulan," ucapnya.*

 

Baca pula : Angklung Buhun dan Dogdog Lojor di Kasepuhan Ciptagelar

Berita Terkait