Trending
Mengenal Lebih Dekat Syekh Haji Abdul Ghorib

Mengenal Lebih Dekat Syekh Haji Abdul Ghorib

Selasa, 25 Agustus 2020 17:37 Hendra Cahya Legenda


 

Koropak.co.id - Syekh Haji Abdul Ghorib merupakan seorang ulama besar yang memiliki jiwa kewalian, berbudi pekerti tinggi, berwibawa. luhur ilmunya, cinta terhadap bangsa dan tanah air, agama serta kasih sayang terhadap sesama makhluk Allah SWT. Syekh Haji Abdul Ghorib juga memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam sehingga membuatnya banyak diikuti dan dituruti masyarakat.

Berbincang bersama Koropak, Juru Kunci Makam Syekh Haji Abdul Ghorib, H Asep Saepudin S.IP mengatakan, Makam Syekh Haji Abdul Ghorib terletak di sebuah Gunung yang berada lebih dari 350 Meter di Sebelah Utara dari Kampung Cibeas Desa Gunung Tandala, Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya.

"Berbicara mengenai riwayat Syekh Haji Abdul Ghorib, beliau dilahirkan di Kudus (yang pada waktu itu termasuk daerah Kerajaan Mataram, Jawa Tengah) sekitar tahun 1655 Masehi atau 1076 Hijriah. Kata Ghorib sendiri diambil dari bahasa Arab yang berasal dari kalimat Ghoroba artinya bertempat tinggal di negeri lain atau di daerah orang lain sebagai pengembara atau pendatang," ujarnya.

Selain itu kata Ghorib juga diambil dari kata Ghoriibun artinya orang pendatang atau pemilik yang memiliki banyak keajaiban atau juga Ghooribun yang artinya yang tinggi dari setiap sesuatu, luhur martabatnya dan luhur ilmunya dari orang lain.

"Semenjak kecil, beliau suka mencari ilmu seperti ilmu pengetahuan, kenegaraan dan ilmu keagamaan terutama Agama Islam. Bahkan setiap pesantren sudah didatanginya, baik pesantren-pesantren yang berada di pulau Jawa maupun berbagai pesantren yang ada di pulau Sumatera termasuk daerah Aceh," ucapnya.

 

 

Mengenal Lebih Dekat Syekh Haji Abdul Ghorib

 

Video : Koropak Misteri Rekam Jejak Sebuah Legenda

 

H. Asep menuturkan, Syekh Haji Abdul Ghorib juga pernah berangkat ke Tanah Suci Mekkah bersama beberapa santri lain diajak oleh gurunya, dengan maksud yang sama yaitu berangkat untuk menunaikan kewajiban Rukun Islam yg kelima yaitu Ibadah Haji ke Baitullah.

"Dikarenakan pada saat di Mekkah, gurunya tersebut melihat bahwa Syekh Haji Abdul Ghorib memiliki tanda-tanda atau sifat-sifat kewalian. Maka gurunya pun meminta beliau untuk bermukim di Mekkah sambil memperdalam ilmu keagamaan yaitu ajaran Agama Islam," ujarnya.

Setelah beberapa tahun bermukim di Mekkah dan telah memperoleh ilmu tentang Agama Islam, Syekh Haji Abdul Ghorib pun pulang ke tanah kelahirannya di Pulau Jawa tepatnya di daerah Kudus hingga mendirikan sebuah Pondok Pesantren yang sekaligus sebagai tempat tinggal atau rumah bagi Syekh Haji Abdul Ghorib.*

Berita Terkait