Trending
Setelah Bermukim Di Mekkah, Syekh Haji Abdul Ghorib Dirikan Pesantren Di Kudus

Setelah Bermukim Di Mekkah, Syekh Haji Abdul Ghorib Dirikan Pesantren Di Kudus

Selasa, 25 Agustus 2020 19:35 Hendra Cahya Legenda




Koropak.co.id - Setelah beberapa tahun bermukim di Mekkah dan telah memperoleh banyak ilmu tentang Agama Islam, Syekh Haji Abdul Ghorib pun memutuskan untuk pulang ke tanah kelahirannya di Pulau Jawa tepatnya daerah Kudus Jawa Tengah.

Berbincang bersama Koropak, Juru Kunci Makam Syekh Haji Abdul Ghorib, H Asep Saepudin S.IP mengatakan, Setibanya di tempat kelahirannya tersebut, Syekh Haji Abdul Ghorib langsung disambut masyarakat Kudus. Bahkan mereka juga beramai-ramai mendirikan sebuah Pondok Pesantren sebagai tempat tinggal atau rumah bagi Syekh Haji Abdul Ghorib.

"Berkat hasil gotong royong dari masyarakat Kudus, sebuah Pondok Pesantren yang megah pun terbangun. Bahkan Pondok Pesantren tersebut juga banyak dikunjungi santri dari berbagai daerah dengan maksud untuk melakukan menuntut ilmu disana," kata H Asep.

Ditambahkan H Asep, setelah Syekh Haji Abdul Ghorib berhasil mendirikan sebuah Pondok Pesantren, tidak lama kemudian orangtuanya menikahkannya dengan gadis pilihannya yang bernama Raden Ajeng Ayu Sutri yang masih merupakan keturunan keraton yang benar-benar taat dan patuh terhadap ajaran Agama Islam.

"Pada masa keemasannya dalam mengembangkan ajaran Agama Islam, saat itu juga meletuslah suatu peperangan melawan Kompeni Belanda (VOC) yang mengincar penduduk asli terutama para pemuka Agama Islam. Diketahui bahwa peperangan tersebut semakin hari semakin meluas ke setiap penjuru pulau Jawa termasuk juga ke Pulau Madura," ucapnya.

 

 

Setelah Bermukim Di Mekkah, Syekh Haji Abdul Ghorib Dirikan Pesantren Di Kudus

 

Baca pula : Mengenal Lebih Dekat Syekh Haji Abdul Ghorib

 

H Asep menuturkan, Syekh Haji Abdul Ghorib bersama para santrinya dan masyarakat setempat yang ikut serta dalam peperangan menumpas penjajah Belanda dengan menggunakan taktik gerilya. Namun, dikarenakan kekuatan pasukan Belanda yang terus bertambah dan persenjataannya pun yang semakin lengkap, membuat peperangan menjadi tidak seimbang.

"Hal itu membuat pasukan pribumi dengan taktik gerilyanya pun mengalami kewalahan dan terdesak oleh kekuatan angkatan perang Belanda. Sehingga, untuk menghindari serangan Belanda, pada akhirnya pasukan pribumi pun memilih mundur dan berusaha meloloskan diri dibandingkan harus tunduk dan mengabdi kepada Belanda," ujarnya.

Dikatakan H Asep, Syekh Haji Abdul Ghorib bersama keluarga dan beberapa pengikutnya serta seorang ajengan bernama Nursiban berhasil meloloskan diri dan hijrah ke Jawa Barat. Beliau memilih hijrah ke Jawa Barat untuk mendapatkan suatu perlindungan sambil menyusun kembali kekuatan dalam rangka mengembangkan ajaran Agama Islam agar semakin menyebar luas dan semakin dikenal masyarakat.*

Berita Terkait