Trending
Loloskan Diri Dari Penjajah, Syekh Haji Abdul Ghorib Hijrah Ke Jawa Barat

Loloskan Diri Dari Penjajah, Syekh Haji Abdul Ghorib Hijrah Ke Jawa Barat

Kamis, 27 Agustus 2020 10:59 Hendra Cahya Legenda



Koropak.co.id - Dalam peperangan melawan penjajah Belanda, Syekh Haji Abdul Ghorib bersama keluarga dan beberapa pengikutnya serta seorang ajengan bernama Nursiban, berhasil meloloskan diri dan hijrah ke Jawa Barat untuk mendapatkan perlindungan. Disana, beliau juga turut menyusun kembali kekuatan dalam rangka mengembangkan ajaran Agama Islam.

Namun, sebelum berangkat menuju daerah Jawa Barat, diketahui Syekh Haji Abdul Ghorib sempat berziarah ke Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Barulah setelah selesai berziarah di makam tersebut, beliau pun kemudian berangkat menuju Jawa Barat tepatnya ke daerah Cirebon dengan mengambil jalan pinggir pesisir pantai utara Pulau Jawa.

Berbincang bersama Koropak, Juru Kunci Makam Syekh Haji Abdul Ghorib, H Asep Saepudin S.IP mengatakan, ketika di Cirebon, Syekh Haji Abdul Ghorib mendatangi para pembesar atau pemuka Agama Islam untuk bersilaturahmi dan meminta pendapat dalam usahanya menyusun pasukan dan mengembangkan kembali ajaran Agama Islam.

"Di daerah itu juga, beliau sempat berziarah ke Makam Wali, Sunan Gunung Jati. Selesai dari Cirebon, Syekh Haji Abdul Ghorib berangkat menuju Banten untuk mendatangi para pembesar atau pemuka Agama dan para Ulama Islam yang ada disana. Pada saat di Banten, beliau juga sempat berziarah ke Makam Syekh Sultan Hasanudin," kata H Asep.

Ditambahkan H Asep, setelah dari Banten, Syekh Haji Abdul Ghorib kemudian berangkat menuju ke Bogor. Berangkat bersama rombongannya, selain bersilaturahmi dengan para ulama disana, beliau sempat meninjau tempat Prasasti batu tulis dan berziarah ke tempat kerajaan Tarumanegara yang merupakan Kerajaan Peninggalan Purbakala Zaman Raja Purnawarman.

"Setelah berkunjung ketiga daerah tersebut, beliau pun pada akhirnya mendapat sebuah petunjuk untuk terus melakukan perjalanan menuju ke sebelah Timur yakni ke daerah Sumedang dan ke sebelah Selatan ke daerah Tasikmalaya. Sesampainya di daerah Sumedang, beliau beserta rombongannya di sambut baik oleh masyarakat dan para alim ulama setempat," ucapnya.

 

 

Loloskan Diri Dari Penjajah, Syekh Haji Abdul Ghorib Hijrah Ke Jawa Barat

 

Baca : Setelah Bermukim Di Mekkah, Syekh Haji Abdul Ghorib Dirikan Pesantren Di Kudus

H Asep menuturkan, disana, pihak pemerintah setempat dengan memerintahkan seorang pejabat dari kejaksaan yakni Raden Paranakusumah untuk menemani Syekh Haji Abdul Ghorib selama melakukan perjalanan ke daerah lain hingga sampai ke tempat yang dituju. Setelah dari Sumedang, beliau beserta rombongannya pun berangkat menuju daerah Tasikmalaya.

"Setibanya di Tasikmalaya, beliau beserta rombongannya langsung mendatangi dan bersilaturahmi ke tempat tinggal saudaranya yakni Syekh Haji Abdul Muhyi di Pamijahan. Saat berkunjung ke rumah saudaranya tersebut, beliau juga memohon doa restunya untuk bermukim di suatu daerah yang telah ditentukan. Tepatnya di sebuah kampung yang terletak di suatu daerah yang dikelilingi bukit-bukit. Tepat di usia 53 tahun, pada tahun 1708 Masehi atau 1129 Hijriah, beliau mendirikan sebuah Pondok Pesantren di tempatnya bermukim," ujarnya.*

 

Baca pula : Perluas Ajaran Agama Islam, Syekh Haji Abdul Ghorib Dirikan Pesantren Di Tasikmalaya

 

Berita Terkait