Trending
Perluas Ajaran Agama Islam, Syekh Haji Abdul Ghorib Dirikan Pesantren Di Tasikmalaya

Perluas Ajaran Agama Islam, Syekh Haji Abdul Ghorib Dirikan Pesantren Di Tasikmalaya

Kamis, 27 Agustus 2020 11:03 Hendra Cahya Legenda




Koropak.co.id - Diketahui, setelah berkunjung ke beberapa tempat di Jawa Barat mulai dari Cirebon, Banten, Bogor dan Sumedang untuk bersilaturahmi dan saling tukar pendapat mengenai penyebaran Agama Islam, Syekh Haji Abdul Ghorib pun berangkat ke daerah Tasikmalaya.

Setibanya di Tasikmalaya, Syekh Haji Abdul Ghorib beserta rombongannya mendatangi dan melakukan silaturahmi ke tempat saudaranya, Syekh Haji Abdul Muhyi di Pamijahan. Disana, beliau memohon doa restu untuk bisa bermukim di sebuah kampung yang terletak di suatu daerah yang di kelilingi bukit-bukit.

Berbincang bersama Koropak, Juru Kunci Makam Syekh Haji Abdul Ghorib, H Asep Saepudin S.IP mengatakan, setelah mendapatkan doa restu, Syekh Haji Abdul Ghorib pun kemudian bermukim di daerah yang sudah ditentukan tersebut dan mendirikan sebuah pondok pesantren. Diketahui, beliau mendirikan pondok pesantren tersebut pada tahun 1708 Masehi atau 1129 Hijriah tepatnya saat beliau berusia 53 tahun.

 

 

https://tour.koropak.co.id/13006/loloskan-diri-dari-penjajah-syekh-haji-abdul-ghorib-hijrah-ke-jawa-barat

 

Baca : Loloskan Diri Dari Penjajah, Syekh Haji Abdul Ghorib Hijrah Ke Jawa Barat

"Syekh Haji Abdul Ghorib pun memutuskan untuk menetap didaerah tersebut yang dikenal dengan nama Kampung Pesantren selama kurang lebih dari 37 tahun. Diketahui, penamaan Kampung Pesantren sendiri pada awalnya dikarenakan keramaian dari kampung tersebut yang banyak didatangi orang yang ingin mencari ilmu tentang ajaran Agama Islam atau dikenal dengan sebutan Mesantren dan juga dipenuhinya para santri yang datang dari daerah sekitarnya maupun dari daerah jauh," kata H Asep.

Ditambahkan H Asep, pada waktu itu, nama Kampung Pesantren itu juga tercantum di dalam Atlas, terutama didalam Atlas Lapangan (Kar) yang biasa di pakai oleh anggota militer. Selain itu, Kampung Pesantren tersebut masuk ke dalam wilayah kekuasaan Kewedanaan Cicariang Kolot atau yang sekarang bernama Kampung Muncang yang menjadi wedananya bernama Raden Surawijaya.

"Pada tahun 1745 Masehi atau 1165 Hijriah, Syekh Haji Abdul Ghorib meninggal dunia pada usia 90 tahun, dan di makamkan di sebuah gunung Kampung Pesantren yang sekarang dikenal dengan nama Kampung Cibeas. Setelah beliau wafat, makamnya banyak dikunjungi oleh para peziarah yang berasal dari berbagai daerah baik di Kota maupun luar Kota Tasikmalaya," ucapnya.

H Asep menuturkan, tercatat pada November tahun 1946, Presiden RI pertama, Ir Soekarno bersama tamunya dari Negara India yakni Perdana Menteri, Nehru serta beberapa pejabat Negara lainnya pun pernah berkunjung ke Kampung Cibeas untuk meninjau kemajuan daerah dan pondok pesantren yang ada disana.

"Bahkan, dalam kesempatan itu juga, presiden Ir Soekarno berziarah ke Makam Syekh Haji Abdul Ghorib. Disana atau tepatnya di Kampung Cibeas, Presiden juga mendapatkan Azimat Pusaka peninggalan dari Syekh Haji Abdul Ghorib berupa tongkat dari rumah juru kunci Makam Syekh Haji Abdul Ghorib, yakni Haji Abdurrohman beserta istrinya Hj Jubaedah," ujarnya.*

 

Baca pula : Sepeninggalan Syekh Haji Abdul Ghorib, Kampung Pesantren Berubah Jadi Kampung Cibeas

 

Berita Terkait