Trending
Nyarisi, Bentuk Kepedulian Pemuda Pada Pelestarian Karya Sastra

Nyarisi, Bentuk Kepedulian Pemuda Pada Pelestarian Karya Sastra

Minggu, 25 Oktober 2020 16:48 Eris Kuswara Mice


Koropak.co.id - Menyambut Hari Sumpah Pemuda, Tritangu akan mengadakan kegiatan bedah buku puisi dengan judul "Nyaritakeun Puisi (Nyarisi)", yang akan dilaksanakan di Brix Foodcourt Salis Hotel Jalan Dr Setiabudi Nomor 272 Kota Bandung, Rabu (28/10/2020) mendatang.

Dengan mengusung tema "Keterbatasan Bukan Berarti Dunia Itu Terbatas", Tritangu ini akan membedah buku puisi mahakarya seorang pemuda yang memiliki keterbatasan secara fisik bernama Taufik Hidayat atau yang lebih akrab disapa Opik Geulang.

Ketua Pelaksana Nyarisi, Doddi Eka Pratama atau yang lebih akrab disapa Doddi Kiwari mengatakan, kegiatan bedah buku puisi ini sebagai salah satu bentuk kepedulian pemuda terhadap pelestarian dan pengembangan karya sastra yang bertujuan untuk memotivasi kepada generasi penerus bangsa agar tidak malu dalam berkarya.

"Selain itu, kegiatan Nyarisi ini sebagai ajang kampanye cinta membaca dan menulis dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober," kata Doddi, Minggu (25/10/2020).

Adapun untuk sasaran dari kegiatan Nyarisi ini lanjut dia, adalah kalangan pelajar dan juga mahasiswa serta pecinta karya sastra. Sementara bentuk kegiatannya sendiri meliputi, musikalisasi puisi, bedah buku puisi dan pameran lukisan.

 

Koropak.co.id - Nyarisi, Bentuk Kepedulian Pemuda Pada Pelestarian Karya Sastra

 

Ditambahkan, dikarenakan saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, maka untuk jumlah penonton dibatasi dalam rangka penerapan protokol kesehatan.

"Untuk bedah buku puisi ini akan menghadirkan tamu Taufik Hidayat atau Opik Geulang, Kyai Matdon dari Majelis Sastra Bandung dan Bilven yang merupakan penerbit Ultimus," ujarnya.

Lebih jauh Doddi membeberkan, Opik Geulang merupakan pemuda kelahiran Bandung 23 Maret 1975 lalu. Ia sudah menulis puisi sejak masih duduk dibangku SMP.

Selain itu, dia juga aktif di beberapa komunitas seperti Bengkel Kreasi Gapat, Sanggar Olah Seni, Majelis Sastra Bandung, Yayasan Sidikara Bandung, Bandung Independent Living Center (BILC) dan Smile Motivator.

"Tahun 2010, Opik Geulang meluncurkan buku kumpulan puisi pertamanya berjudul Isi Otakku. Kemudian pada tahun 2013, dia kembali meluncurkan buku keduanya yakni antologi puisi bersama Muhammad Budi Pramono yang terbit dengan judul Ruang Sunyi," kata Doddi.*

 

Baca : Sebelas Hari Istimewa, Perjalanan Mimpi Menuju Tanah Nenek Moyang

 

Berita Terkait