Trending
Implementasi Konsep Pentahelix Sebagai Upaya Pengembangan Seni dan Budaya

Implementasi Konsep Pentahelix Sebagai Upaya Pengembangan Seni dan Budaya

Senin, 21 Desember 2020 22:16 Eris Kuswara Mice


 

Koropak.co.id - Di tengah pandemi Covid-19 yang belum selesai di Indonesia khususnya di Jawa Barat, Nusa Biru Abadi (NBA) Organizer Bandung bersama Komunitas Ethnic Creative Base (ECB) Bandung dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaaan (Disparbud) Jawa Barat menggelar Synchronic of Art Festival (SOAFest) yang digelar secara virtual, Minggu (20/12/2020).

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Dra. Febiyani, M.Pd mengatakan, Provinsi Jawa barat memiliki keragaman budaya yang tinggi dengan tiga wilayah budaya yang berbeda-beda mulai dari Melayu-Betawi, Sunda-Priangan dan Cirebon-Dermayu.

Agar seni dan budaya di Jawa Barat semakin berkembang, terang dia, tentu saja butuh berbagai macam strategi termasuk dukungan dari semua elemen dengan konsep pembangunan pentahelix, di mana unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan.

"Konsep pentahelix ini sangat dibutuhkan. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Jawa barat mencari peluang kerjasama dengan berbagai komunitas yang bisa mengangkat indeks pembangunan kebudayaan. Termasuk kehadiran SOAFest ini pun atas kerjasamanya Disparbud Jabar dengan NBA Organizer Bandung dan komunitas Ethnic Creative Base sebagai upaya pembangunan kebudayaan," kata Febiyani.

Ditambahkan, kegiatan SOAFest adalah untuk membuka ruang kreasi dan ruang ekspresi bagi komunitas, agar terus berkarya meski di tengah Pandemi Covid-19.

Perlu diketahui bahwa karya -karya generasi muda khususnya para pegiat seni budaya di Jawa barat, memiliki harga yang tinggi. Maka, pemerintah harus bisa memfasilitasinya dan SOAFest hadir untuk mengisi ruang-ruang itu.

"SOAFest menampilkan virtual music dan talkshow dengan topik- topik menarik seputar seni budaya dan seni pertunjukan. Selain itu, teknik kolaborasi yang bersifat etnis juga akan menjadi topik bahasan utama yang tentunya diharapkan dapat memberikan warna khususnya bagi perkembangan musik dan umumnya untuk kebudayaan di Jawa Barat," ucapnya.

 

Implementasi Konsep Pentahelix Sebagai Upaya Pengembangan Seni dan Budaya (2)

 

Sementara itu, Musisi dan Akademisi, DR. Mohamad Rudiana, S.Sen., M.SN menuturkan, pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini, harus dijadikan semangat bahkan tantangan untuk tetap kreatif dengan menyesuaikan situasi dan kondisi. Karena, kreatifitas itu tanpa batas. Masih banyak hal yang bisa digali terutama yang berkaitan dengan unsur lokal seperti bagaimana caranya untuk mengglobalkan musik tradisi agar bisa dinikmati.

"Dalam situasi dan kondisi seperti ini, bagaimana caranya kita bisa mengglobalkan musik tradisi agar bisa dinikmati bukan hanya di lingkungan sendiri, kalau istilah dalam Bahasa Sundanya, tidak jago kandang. Jadi bagaimana musik tradisional ini bisa diapresiasi oleh siapapun bukan hanya di indonesia melainkan juga dunia," tutur Rudiana.

Alhamdulillah kata dia, selama ini dirinya banyak melakukan eksplorasi yang berkaitan dengan musik tradisi. Di antaranya dengan melakukan eksperimentasi dan juga workshop. Meskipun dilakukan secara terbatas dan tetap memakai protokol kesehatan. "Yang jelas intinya adalah, kita tidak boleh patah semangat," ujarnya.

 

Implementasi Konsep Pentahelix Sebagai Upaya Pengembangan Seni dan Budaya (3)

 

Praktisi Event, Ir. Reza Pamungkas menyebutkan, meskipun event saat ini banyak mengalami perubahan, penundaan bahkan hingga dibatalkan, namun hal itu tidak dijadikan alasan untuk tidak merancang sesuatu yang baru.

Berbicara mengenai event virtual, kalau dahulu bahasanya lebih ke brodcast on-air atau off-air. Pada intinya, dalam menggelar sebuah event itu yang terpenting adalah kualitasnya harus tetap terjaga dengan apik dan benar.

"Ini bukan hanya sekedar pertimbangan nilai atau angka dan sebagainya, semuanya harus dilakukan dengan menjaga kualitas. Itulah yang harus terus kita jalankan sambil mengangkat agar suatu event itu gregetnya tetap tumbuh meskipun digelar secara virtual. Di sisi lain, para musisi dan teater juga tetap bisa berkarya," kata dia.

Tentunya lanjut Reza, hal ini sangat kompleks dan itu merupakan tugas dirinya bersama tim di belakang layar agar sebuah event bisa berjalan dengan maksimal.*

 

Baca : Synchronic of Art Festival, Selaraskan Keragaman Karya Kreatif Secara Virtual

Berita Terkait