Trending
Seniman Kota Tasikmalaya Inginkan Adanya Regulasi Tentang Kebudayaan

Seniman Kota Tasikmalaya Inginkan Adanya Regulasi Tentang Kebudayaan

Rabu, 10 Maret 2021 14:07 Dede Hadiyana Mice


 

 

Koropak.co.id - Tidak hanya penampilan para musisi, pembahasan terkait keinginan para seniman dan budayawan di Kota Tasikmalaya dengan adanya regulasi yakni Peraturan Daerah (Perda) Kebudayaan turut dibahas dalam acara talkshow pada gelaran Musisi Tasik Ngahiji jilid II yang berlangsung di Mayasari Plaza Kota Tasikmalaya, Selasa (9/3/2021).

Dijumpai Koropak, Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muhammad Muharram mengatakan, keinginan adanya sebuah regulasi ini agar para seniman di Kota Tasikmalaya memiliki masa depan yang jelas. Khususnya dalam pelaksanaan berbagai kegiatannya, maka kedepannya dapat berkolaborasi dan bekerjasama dengan pihak lain seperti pariwisata.

"Sampai saat ini mereka belum bisa melaksanakan hal itu, karena memang tidak ada regulasi atau kesepakatan. Jika ada regulasi, tentunya hal itu sangat memungkinkan seperti menampilkan karyanya di hotel-hotel atau tempat pariwisata," kata Dede yang juga menjadi narasumber dalam acara talkshow Musisi Tasik Ngahiji jilid II.


Baca : Musisi Tasik Ngahiji Jilid II Jadi Event Peringati Hari Musik Nasional



Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) Bode Riswandi menuturkan, keinginan segera hadirnya Perda Kebudayaan tersebut sudah cukup lama yakni sejak tiga tahun lalu.

"Ini tidak asal-asalan karena ada turunan dari Undang-Undangnya Pasal 32 Ayat 1, kemudian Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, disana ada salah satu pasal dimana daerah mempunyai kewajiban secara mengikat untuk mengembangkan pemajuan kebudayaannya," katanya.

Menurutnya, tidak ada jalan lain selain untuk segera menerbitkan Perda Kebudayaan. Sehingga pihaknya bersama para seniman akan turut mendorong bahwa kebudayaan tersebut jangan dipandang berada di sektor bawah.

"Kebudayaan itu sama pentingnya dengan politik, sama pentingnya dengan ekonomi karena kebudayaan adalah Sciene. Kebudayaan itu membangun energi spriritnya karena pembangunan kita harus seimbang antara fisik dan batinnya," ucapnya.*

 

Baca pula : Disporabudpar Harapkan Semua Rumpun DKKT Tetap Eksis di Tengah Pandemi

 

Berita Terkait