Trending
Inilah Beberapa Tradisi Sambut Bulan Muharam di Indonesia

Inilah Beberapa Tradisi Sambut Bulan Muharam di Indonesia

Jum'at, 20 Agustus 2021 07:37 Eris Kuswara Tradisi


 

Koropak.co.id - Diketahui bahwa bulan Muharam memiliki kedekatan secara tradisi dan budaya dengan bangsa Indonesia. Setidaknya hal ini dikarenakan banyak tradisi dan kegiatan budaya yang diselenggarakan di bulan pertama tahun Islam ini. Sebagai karya budaya, tradisi di bulan Muharam ini tentunya merupakan bukti bahwa Islam diterima dengan damai di Indonesia sejak pertama kali datang. Berikut beberapa tradisi yang diselenggarakan pada bulan Muharam sebagaimana dihimpun Koropak, Jumat (20/8/2021).

1. Tradisi 1 Suro Kirab Kebo Bule
Kirab Kebo Bule biasa diselenggarakan di Surakarta dan biasanya tradisi ini diselenggarakan pada 1 Muharam. Selain itu, orang Jawa juga menyebutnya dengan istilah 1 Syuro. Tradisi 1 Syuro ini berawal dari Sultan Agung yang menyebarkan agama Islam melalui pemaduan ajaran dengan tradisi Jawa. Di Keraton Surakarta, Solo, Jawa Tengah sendiri, setiap malam 1 Suro digelar kirab kebo bule yang berarti iring-iringan kerbau berkulit putih seperti bule. Kerbau ini memiliki makna yang sangat penting dalam sejarah Keraton Surakarta.

2. Upacara Bubur Suro
Tradisi upacara bubur Syuro digelar untuk memperingati tahun baru Islam sekaligus mengenang peristiwa 10 Muharam. Masyarakat Sunda akan menyiapkan bubur merah dan bubur putih yang disajikan secara terpisah yang kemudian dibawa ke masjid. Di masjid, orang-orang pun melakukan sejumlah tradisi untuk memperingati tahun baru Islam. Bahkan sebagian kalangan tidak tidur di malam 10 Muharam, sebagai upaya tirakat. Namun tradisi ini mulai luntur dan saat ini hanya dilakukan sebagian kecil masyarakat Sunda.

 

Baca : Tradisi Unik Sambut HUT RI dari Waktu ke Waktu di Indonesia

3. Tabuik, Pariaman
Di Pariaman Sumatra Barat, orang menyambut tahun baru Islam melalui gelaran upacara Tabuik atau Tabut. Diketahui, tradisi ini adalah untuk memperingati hari Asyura pada 10 Muharram. Upacara ini dilakukan untuk mengenang gugurnya Imam Husain Cucu, Nabi Muhammad SAW. Selain itu, di Pariaman sendiri, tabuik menyerupai patung buraq atau seekor kuda bersayap dengan kepala perempuan. Patung Tabuik sendiri terbuat dari bambu, rotan, dan kertas. Pada punggungnya, terdapat sebuah peti yang berisi perhiasan dekoratif dan payung.

4. Grebeg Syuro, Ponorogo
Masyarakat Ponorogo dalam merayakan tahun baru Islam yaitu dengan tradisi Grebeg Suro. Mereka biasanya akan menggelar pawai, kirab sejarah, larungan doa, dan seni reog. Warga di Ponorogo Jawa Timur juga turut mengadakan tirakatan yaitu tidak tidur semalaman untuk menyambut tahun baru Islam.

5. Nganggung, Bangka Belitung
Masyarakat Bangka Belitung merayakan tahun Baru Islam dengan tradisi Nganggung, atau yang berarti makan bersama. Dalam tradisi ini, warga akan berkumpul dan menikmati makanan yang disajikan secara bersama-sama.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 

Berita Terkait