Trending
Unik Banget, Inilah Tradisi Pemakaman Paling Beda di Indonesia

Unik Banget, Inilah Tradisi Pemakaman Paling Beda di Indonesia

Jum'at, 03 September 2021 13:55 Aisya Kartika Tradisi


 

Koropak.co.id - Jika membahas mengenai pemakaman, kira kira apa saja hal yang terbelesit di pikiranmu? kuburan, mayat, peti mati, hingga bunga bunga yang ditaburkan di atas tanah mungkin menjadi hal umum yang ditemukan saat pemakaman berlangsung.

Tapi apakah Kamu tahu? bahwa ternyata Indonesia memiliki banyak tradisi unik mengenai pemakaman. Kira kira apa tradisi seperti apa saja yang kamu ketahui? dan jika Kamu belum tahu , kamu pasti tertarik dengan informasi berikut ini, Terlebih Indonesia memang terkenal dengan beragam budaya juga tradisi dari setiap Suku hingga Agama. Berikut ini adalah lima tradisi unik pemakaman di Indonesia sebagaimana dihimpun oleh Koropak.

 

1. Membakar Mayat

Ngaben merupakan upacara pemakaman yang berasal dari Bali dimana pelaksanaan ngaben hampir selalu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya dikarenakan upacara pemakaman yang satu ini kerap digelar secara besar-besaran dan melibatkan banyak peserta.

Karena memerlukan biaya yang besar biasanya upacara ngaben hanya dilakukan oleh golongan mampu. Namun golongan yang kurang mampu juga bisa saja melakukan upacara ngaben yakni dengan melakukannya secara massal alias patungan.

Upacara ngaben selalu diikuti dengan pembakaran atau kremasi mayat. Sebelum upacara ngaben dilangsungkan, jenazah akan dimandikan terlebih dahulu, kemudian akan dibawa menuju lokasi pembakaran sambil diarak.

Sesampainya di lokasi tujuan, jenazah kemudian akan dibakar dan abunya dimasukkan ke dalam buah kelapa. Buah kelapa berisi abu tersebut selanjutnya dihanyutkan ke laut atau sungai. Dengan tujuan agar hal-hal buruk yang masih ada pada jenazah segera hanyut alias menghilang.


2. Memasukkan Mayat Bayi ke Dalam Pohon

Suku Toraja asal Sulawesi Selatan terkenal dengan ritual pemakaman bayinya. Pasalnya dalam ritual pemakaman khas suku Toraja, mayat bayi tidak dikuburkan dalam tanah, melainkan dimakamkan di dalam batang pohon.

Namun perlu diketahui, hanya bayi yang berusia 6 bulan ke bawah yang dimakamkan dengan ritual demikian. Bayi yang hendak dimakamkan dalam pohon juga haruslah bayi yang belum memiliki gigi.

Menurut keyakinan masyarakat Toraja, bayi yang meninggal saat belum genap berusia 6 bulan masih berada dalam kondisi suci. Sehingga pemakaman dilakukan seakan bayi tersebut kembali kedalam rahim.

Pemakaman bayi di batang pohon hanya boleh dilakukan pada pohon tarra. Selain itu, Posisi pohon yang digunakan untuk memakamkan bayi disesuaikan dengan status sosial dari keluarga jenazah bayi.

Semakin tinggi status sosialnya di masyarakat, maka posisi makamnya di pohon akan semakin tinggi. Sehingga satu pohon tarra bisa digunakan untuk memakamkan banyak bayi sekaligus.

 

Baca : Mengenal Budaya Minum Teh di Berbagai Penjuru Dunia

3. Mengawetkan Jadi Mumi

Papua merupakan pulau terbesar kedua di dunia dan merupakan pulau yang dihuni oleh beragam suku. Satu dari sekian banyak suku tersebut adalah suku Asmat.

Suku Asmat memiliki ritual pemakaman yang akan mengingatkan kita akan ritual pemakaman Mesir Kuno. Pasalnya ketika ada anggota suku asmat yang meninggal, jasadnya akan diawetkan menjadi mumi.

Namun, tidak semua orang Asmat dijadikan mumi seusai meninggal, hanya mereka yang memiliki kedudukan tinggi dalam komunitas suku setempat yang mayatnya akan dijadikan mumi, seperti layaknya kepala suku.

Tidak lama setelah seseorang meninggal, jasadnya akan dibaluri dengan ramuan khusus yang berfungsi sebagai zat pengawet. Sesudah itu, tubuh jenazah tadi akan ditempatkan di depan perapian yang sedang menyala. Panas yang dilepaskan oleh asap juga membantu membuat tubuh jenazah menjadi semakin awet dan tahan terhadap proses pembusukan.


4. Menaruh Mayat Tanpa Menguburnya

Trunyan adalah nama dari sebuah desa yang terletak di sebelah timur Danau Batur, Pulau Bali. Selain itu, Desa ini terkenal karena penduduknya tidak pernah menguburkan mayat penduduknya.

Saat seorang warga desa setempat meninggal dunia, jasadnya hanya akan digeletakkan begitu saja hingga membusuk dengan sendirinya.Namun, tentu saja tidak diletakkan di sembarang tempat, melainkan di suatu lokasi khusus yang terletak di sebelah Danau Batur.

Seme Wayah merupakan nama dari lokasi di mana warga Trunyan biasa meletakkan jenazah.Jika Kamu berkunjung ke Seme Wayah, kamu akan disuguhi pemandangan tulang belulang manusia atau bahkan mayat yang terbaring di lantai hutan.

Uniknya bau busuk tidak tercium dari Seme Wayah meski mayat - mayat tersebut bergeletakan disana. Pasalnya di Seme Wayah terdapat pohon yang memancarkan bau khusus hingga bau dari mayat-mayat tadi tidak tercium.

Selain itu, ternyata hanya kaum pria Trunyan yang boleh membawa jenazah hingga ke Seme Wayah. Masyarakat Trunyan percaya desa mereka akan ditimpa bencana jika ada perempuan Trunyan yang nekat memasuki Seme Wayah.


5. Mengajak Mayat Makan Bersama

Ma’Nene adalah nama dari ritual khusus yang merupakan salah satu tradisi Suku Toraja. Ritual ini hanya dilakukan oleh masyarakat Baruppu yang tinggal di pelosok Toraja Utara. Ritual Ma’Nene tidak dilakukan setiap ada mayat yang meninggal, namun hanya setiap tiga tahun sekali.

Mayat-mayat yang hendak diikutkan dalam ritual Ma’Nene akan dimakamkan terlebih dahulu di dalam gua yang terletak di Desa Sinalang. Namun, uniknya- mayat-mayat yang ada di dalam gua nampak masih baik dan tidak membusuk.

Menjelang pelaksanaan ritual Ma’Nene, mayat-mayat akan dikeluarkan dari gua dan kemudian dimandikan. Sesudah itu, mayat-mayat tersebut akan didandani dengan pakaian lengkap sesuai dengan jenis kelaminnya, yakni setelan jas dan gaun pengantin.

Jika sudah, warga kemudian menggelar acara makan bersama sambil ditemani dengan mayat berpakaian lengkap tadi. Bagi masyarakat Toraja, tradisi ini dipercaya membantu mempererat tali silaturahmi.

Tidak sampai disitu saja, Mereka juga percaya bahwa jika mereka sampai tidak melakukan Ma’Nene, ladang mereka akan diserang oleh hama.

Itulah beberapa tradisi pemakaman unik yang ada di Indonesia, menurutmu mana tradisi yang paling unik dan ingin kamu saksikan?.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini