Trending
Cara Sunda Perceka Melestarikan Budaya Kaulinan Baheula

Cara Sunda Perceka Melestarikan Budaya Kaulinan Baheula

Senin, 06 September 2021 11:59 Suwitno Tradisi


 

Koropak.co.id - Abah Wasna (54), seorang tokoh pelestari budaya sunda di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendirikan Sunda Perceka. Perkumpulan ini berkonsentrasi pada pelestarian budaya Jawa Barat, wabilkhusus pada permainan-permainan tradisional.

"Bukan hanya menghidupkan kembali kaulinan baheula, namun mengemasnya menjadi tontonan yang menarik," katanya, saat ditemui Koropak di sekretariat Sunda Perceka, di Desa Cipadang Kecamatan Sirnagalih KBB, Sabtu (4/9/2021).

Abah Wasna berpendapat bahwa menghidupkan kembali budaya jaman dulu, terutama permainan-permainan tradisional sangat penting. Langkah ini dinilai tepat untuk merespon degradasi moralitas yang makin memprihatinkan.

Ia menyebut, kaulinan baheula atau kaulinan urang lembur, saat ini sangat jarang dimainkan. Bahkan kata dia, sudah dianggap asing oleh sebagian masyarakat. Padahal banyak sekali nilai budaya dan pendidikan karakter yang terkandung didalamnya.

"Agar generasi muda dapat melirik kembali kaulinan sunda, saya mencoba membuat kaulinan ini agar mereka yang menonton kembali menyukai budaya tempo dulu," katanya.

 

Baca : Dongeng Anak Tradisional Indonesia, Sarat Makna dan Pesan Moral

Kaulinan sunda sendiri dibagi dua, untuk kaulinan lembur yang lebih condong ke olahraga. Untuk jenis ini mulai digaungkan oleh pemerintah melalui Disdik, Dispora dan Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) hingga ke tingkat nasional. "Seperti ada permainan egrang, bakiak, hadangan, sumpitan, dan dogongan," terangnya.

Sementara untuk jenis yang kedua, yaitu kaulinan lembur, condong ke arah tari lagu. Jenis ini dinilainya jarang ada yang melestarikan. "Melihat kondisi kaulinan baheula yang hampir punah," imbuhnya.

Dalam upayanya melestarikan budaya kaulinan baheula, dia mengklaim punya konsep yang bakal jadi prinsip kaulinan baheula tetap lestari, yaitu tembongkeun, ajarkeun dan igeulkeun.

Tembongkeun bermakna perlihatkan. Harus banyak yang tahu bahwa sunda memiliki berbagai macam permainan unik, khas dan menghibur. "Generasi saat ini tidak akan pernah tahu adanya permainan tradisional jika tidak diperlihatkan," katanya.

Prinsip yang kedua, lanjut dia, ajarkeun (Ajarkan). Artinya, seluruh permainan harus diajarkan, bagaimana cara bermainnya dan aturan mainnya seperti apa.

Dan yang ketiga adalah diigeulkeun atau dipentaskan. Hal ini perlu dilakukan agar bisa menjadi daya tarik dan menarik minat untuk memicu semangat para generasi saat ini," ucapnya.

"Insyaallah tidak akan pernah kena kalimat jati kasilih ku junti (tuan rumah tersisihkan oleh pendatang). Bakal tetap ajeug (tegak), panceug (teguh) dan tetap ada dalam budaya orang sunda," pungkasnya.

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

Berita Terkait