Trending
Makam Keramat Cipongkor, Jejak Ulama Penyebaran Islam di Bandung Barat

Makam Keramat Cipongkor, Jejak Ulama Penyebaran Islam di Bandung Barat

Minggu, 26 September 2021 21:20 Suwitno Legenda


 

Koropak.co.id - Kabupaten Bandung Barat memiliki banyak peninggalan sejarah, tak terkecuali sejarah masuknya Islam. Jejak masuknya Islam di wilayah ini terlihat antara lain dari makam-makam ulama yang menyebarkan agama Islam. 

Namanya situs Makam Keramat Syekh Maulana Muhammad Syafe'i berada di Kampung Keramat Wali RT01/RW07 Desa Cijenuk, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Makam Keramat Syekh Maulana Muhammad Syafe'i atau yang lebih dikenal dengan julukan Pangeran Atas Angin selalu ramai diziarahi oleh masyarakat dari berbagai daerah. Dipercaya, makam ulama tersebut itulah yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Bandung Barat.

Komplek makam keramat Syekh Maulana Muhammad  Syafe'i merupakan makam keluarga dan posisinya juga berada dalam benteng. Sementara itu, makam-makam yang berada dalam pagar tersebut berjumlah 11 makam.

Kesebelas makam tersebut tidak menggunakan jirat ataupun nisan, namun ditata dengan batu-batu alam dengan membentuk pola segi empat.

Di sebelah timur makam terdapat sebuah masjid, sementara di sebelah barat makam terdapat bangunan khusus untuk berziarah. Bangunan tersebut cukup representatif, terdapat ruangan khusus untuk pria (ukuran 9 x 13 meter) dan untuk wanita (9 x 16 m).

Di samping itu, terdapat pula kamar khusus sebanyak 4 (empat) kamar dengan ukuran 2,25 x 3 meter. Kamar-kamar tersebut berada di bawah tanah, posisinya berada di bawah ruangan berziarah bagi kaum wanita. Fungsi kamar di bawah tanah itu adalah untuk berkhalwat atau menyepi.

Kepala Seksi Sejarah dan Cagar Budaya pada Disparbud KBB, Asep Diki Hidayat mengatakan, semula Desa Cijenuk bernama Kampung Panaruban. Kata Panaruban sendiri berasal dari bahasa Arab 'Taharub' yang berarti mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

Baca : Winduraja dan Sakralnya Tiga Makam Keramat Raja Sunda

"Syekh Maulana Muhammad Syafe'i dalam menyebarkan dan mengajarkan agama Islam, melalui metode dzikir," katanya, Ahad (26/9/2021).

Lama kelamaan, sambung dia, di tempat tersebut banyak didatangi para santri yang ingin belajar Islam. "Maka tempat tersebut dinamai Cijenuk (tempat berkumpul). Dalam perkembangan selanjutnya, kampung tersebut berubah menjadi Cijenuk," sambungnya.

Lebih lanjut Asep menerangkan, Syekh Maulana Muhammad Syafe'i  diduga berasal dari Banten. Kehadirannya di tempat tersebut, di samping lokasinya cocok untuk pengembangan ajaran Islam, juga sebagai tempat perlindungan dari kejaran kolonial Belanda.

"Waktu abad ke-18 melakukan pembantaian terhadap para bangsawan Banten dan keturunannya," terangnya.

Ia menyebut, Syekh Maulana Muhammad Safe'i merupakan salah satu dari keturunan dari para Sultan Banten.

Antara Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon, kata dia, masih terkait hubungan darah dan titik setralnya diambil dari garis Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

"Mengingat masih ada garis keturunan dari Kesultanan Cirebon, maka keturunan Syekh Maulana Muhammad Syafe'i Cijenuk keberadaanya sampai dengan sekarang diakui oleh Kesultanan Kanoman, Cirebon," tandasnya.

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

Berita Terkait