Trending
Libur Maulid Nabi Diundur, Inilah Tradisi Perayaannya

Libur Maulid Nabi Diundur, Inilah Tradisi Perayaannya

Jum'at, 08 Oktober 2021 11:07 Aisya Kartika Tradisi


 

Koropak.co.id - Pada bulan Rabiul Awal, nabi Muhammad SAW dilahirkan, tepat pada 12 Rabiul Awal. Kini semua umat muslim di seluruh dunia merayakan Maulid Nabi.

Di Indonesia, hari libur dalam rangka peringatan Maulid Nabi, jatuh pada tanggal 19 Oktober 2021. Tanggal itu yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1443 Hijriah.

Namun ternyata, informasi belakangan yang disampaikan pemerintah, ada perubahan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah, mundur satu hari menjadi tanggal 20 Oktober 2021.

Kebijakan dalam menggeser hari libur tersebut, merupakan bentuk upaya dalam pencegahan juga penanganan kasus penyebaran Covid-19, juga upaya antisipasi atas munculnya klaster baru dari virus tersebut.

Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin menjelaskan, dengan adanya perubahan hari libur tersebut dapat meminimalisir pontensi besar penularan Covid-19.

Lalu apa saja tradisi yang dilakukan umat muslim di Indonesia? berikut adalah tradisi perayaan Maulid Nabi dari beberapa daerah di Indonesia.

1. Kirab Ampyang

Tradisi yang satu ini merupakan kegiatan yang dimeriahkan dengan cara menyajikan makanan yang dihiasi dengan apmyang atau nasi dan kerupuk, yang kemudian di arak keliling desa sebelum dibawa ke Masjid Wali At Taqwa dari desa setempat.

 

Baca : Hari Ini Rebo Wekasan, Begini Tata Cara Melaksanakan Tradisinya

Tradisi yang digelar di Desa Loram Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah ini, juga diramaikan dengan penampilan sejumlah kesenian.


2. Muludhen

Tradisi yang satu ini berasal dari Pulau Madura, Jawa Timur. Dalam kegiatan Muludhen, biasanya diisi dengan pembacaan barzanji atau riwayat hidup Nabi, dan sedikit selingan ceramah keagamaan.

Biasanya saat Maulid Agung berlangsung perempuan akan datang ke masjid atau musala dengan membawa talam berisi tumpeng. Uniknya tumpeng tersebut diisi dengan beragam buah yang ditusuk lidi, dan dilekatkan pada tumpeng.

3. Grebeg Maulud

Gregebeg Maulud sudah dikenal sejak zaman kesultanan Mataram. Dulu, saat perayaan ini berlangsung orang orang akan mengikuti sultan dan para pembesar keluar dari keraton menuju masjid untuk perayaan Maulid Nabi, dengan diiringi sarana upacara seperti nasi gunungan dan lainnya.

4. Panjang Jimat

Panjang Jimat merupakan tradisi Maulid Nabi dari Keraton Cirebon. Dalam upacara ini ribuan masyarakat dari berbagai daerah juga turut hadir untuk menyaksikan proses upacara.

 

Baca : Unik Banget, Inilah Tradisi Pemakaman Paling Beda di Indonesia

Peringatan Maulid Nabi ini juga turut digelar di makam Sunan Gunung Jati. Bahkan ribuan orang sengaja menghabiskan waktu disana pada malam Maulid Nabi.

5. Bungo Lado

Bungo Lado atau bunga cabai, merupakan tradisi yang yang digelar di Padang, Pariaman, Sumatera Barat.

Bungo Lado adalah pohon hias dengan daun yang terbuat dari uang, pohon ini juga dikenal dengan sebutan pohon uang. Uang dengan berbagai nominal ditempel pada ranting ranting pohon yang kemudian dihias dengan kertas.

Umumnya, uang terkumpul biasa mencapai puluhan juta rupiah, yang kemudian disumbangkan untuk pembangunan rumah ibadah.

Lalu bagaimana kegiatan Perayaan Maulid Nabi di daerahmu?.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini