Trending
4 Fakta Wayang Kulit Jadi Warisan Mahakarya Dunia yang Tak Ternilai

4 Fakta Wayang Kulit Jadi Warisan Mahakarya Dunia yang Tak Ternilai

Selasa, 16 November 2021 15:45 Eris Kuswara Tradisi


 

Koropak.co.id - Siapa yang tidak tahu mahakarya ini. Warisan leluhur nusantara yang jadi kebanggan bangsa Indonesia dari generasi ke generasi.

Inilah "Wayang Kulit."

Pada 7 November 2003 lalu, Wayang Kulit secara resmi ditetapkan sebagai warisan dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Bahkan UNESCO juga telah menetapkan wayang kulit berasal dari Indonesia sejak 19 tahun yang lalu dan menetapkannya sebagai warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur atau Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Lantas, apa sih yang menarik dari wayang kulit ini hingga menjadikannya sebagai warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai oleh UNESCO?

Berikut 4 penjelasannya sebagaimana dihimpun Koropak, Selasa 16 November 2021:

1. Sejarah Wayang

Kata wayang dipercaya berasal dari 'ma Hyang' yang artinya menuju spiritualitas Sang Kuasa atau wayang yang berarti teknik pertunjukan bayangan (bayang/wayang) di layar.

Selain itu, ada pula teori yang menyebutkan bahwa wayang berasal dari totemisme atau suatu kepercayaan pra sejarah yang mempercayai benda-benda keramat atau yang dinilai suci di Jawa.

Diketahui, wayang sendiri dianggap telah hadir sejak 1.500 tahun sebelum Masehi dari para cendikia nenek moyang suku Jawa di masa lalu.

Wayang juga sering dimainkan dalam ritual pemujaan roh nenek moyang serta upacara-upacara adat Jawa.

2. Pembuatan Wayang

Pada masa cendekia nenek moyang suku Jawa di masa lalu, diperkirakan wayang hanya terbuat dari rerumputan yang diikat, sehingga bentuknya masih sangat sederhana.

Namun di periode selanjutnya, wayang pun dibuat menggunakan bahan dasar kulit kerbau yang telah dikeringkan dengan tambahan tanduk kerbau serta sekrup untuk melengkapi bagian sikunya serta gagang wayang agar pergerakannya terlihat lebih dinamis.

 

Baca : Sebut Wayang Kulit dari Malaysia, Adidas Singapura Minta Maaf

Selanjutnya, kulit yang sudah kering tersebut juga akan digambar pola atau corak, sebelum pada akhirnya masuk pada proses tatah.

Lalu setelah itu diamplas agar permukaannya rata dan semakin halus. Kemudian masuk ke tahap penyatuan seluruh bagian wayang kulit dan proses pewarnaan yang dalam bahasa Jawa disebut dengan sungging.

3. Jenis Wayang

Di Indonesia sendiri banyak sekali jenis wayang yang tersebar di daerah-daerah. Bahkan di tiap daerah juga biasanya memiliki wayang yang khas dengan cerita yang juga berbeda dengan daerahnya.

Diketahui jenis-jenis wayang itu, ada wayang kulit, wayang bambu, wayang kayu, wayang potehi, bahkan ada juga wayang orang.

Meskipun begitu, semua wayang tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni menyampaikan cerita kepada penonton, baik itu sebagai hiburan sekaligus pelajaran.

4. Dalang Pembawa Cerita

Dalang merupakan orang yang ahli dalam memainkan wayang. Selain itu, dalang juga bisa dikatakan sebagai orang yang membawakan cerita dan pembawa sifat serta karakter tokoh-tokoh dalam pertunjukan wayang.

Tak hanya itu saja, dalang juga harus bisa mengubah nada suara setiap tokoh yang dimainkannya. Sehingga dengan begitu, penonton akan tahu tokoh mana yang sedang berbicara jika di panggung saat sedang ada banyak tokoh.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini