Trending
Mengenal Kesenian Rontek Khas Pacitan Jawa Timur

Mengenal Kesenian Rontek Khas Pacitan Jawa Timur

Selasa, 23 November 2021 18:09 Eris Kuswara Tradisi


 

Koropak.co.id - Ini adalah rontek. Kesenian yang berasal dari Desa Pelem Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan Jawa Timur.

Di desa Palem ini ada grup rontek yang selalu eksis, namanya "Raung Bambu."

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari infopublik.id, Selasa 23 November 2021. Pernah menjuarai Festival Rontek Pacitan pada tahun 2018, dan di tahun 2021 terpilih menjadi salah satu pengisi Pekan Kebudayaan Nasional (PKN), yang rutin digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek (Kemendikbud Ristek).

Pengasuh Rontek Raung Bambu Pringkuku, Deasylina Da Ary mengatakan bahwa kesenian Rontek mengangkat filosofi hubungan petani dengan simbol kesejahteraan yaitu dewi padi.

"Rontek merupakan kesenian khas Kabupaten Pacitan dan rontek juga berasal dari kata Ronda dan Thethek," kata Deasylina, sebagaimana dihimpun Koropak daro InfoPublik.id, Selasa 23 November 2021.

Deasylina menjelaskan. Menurut kamus Bausastra, kata 'Rontek' bermakna panji-panji, bendera kecil berlandaian tombak. Sedangkan 'Ronda' merupakan kegiatan berjalan berkeliling untuk menjaga keamanan, berpatroli dan 'Thethek' adalah meronda sambil memukul tongtong.

Rontek bisa dimaknai sebagai aktivitas masyarakat meronda sambil memukul thethek. Pada awalnya, Rontek merupakan aktivitas masyarakat Pacitan yang sedang melakukan ronda malam dengan menggunakan alat kentongan bambu atau oleh masyarakat setempat biasa disebut Thethek.

Kentongan (Thektek) tersebut terbuat dari potongan bambu dengan panjang kurang lebih 50 centimeter. Rontek juga diketahui sudah ada sejak dahulu kala, akan tetapi pada saat itu hanya difungsikan sebagai alat untuk memberikan pertanda dan membangunkan orang tidur.

 

Baca : 4 Fakta Wayang Kulit Jadi Warisan Mahakarya Dunia yang Tak Ternilai

Dalam perjalanannya, Rontek tak hanya dikenal sebagai kentongan. Akan tetapi juga dilengkapi dengan instrumen-instrumen lain dan perbedaan instrumen ini mencerminkan harmonisasi yang sangat kuat. Selain instrumen yang beragam, dalam penampilannya juga terdapat tarian.

Berbicara mengenai PKN 2021, Kemendikbud Ristek akan mengusung tema 'Cerlang Nusantara, Pandu Masa Depan'. Tujuan dilaksanakannya PKN tahun 2021 kali ini adalah berusaha untuk mengajak masyarakat agar kembali mengenali jati diri dan khazanah budaya bangsa sebagai suatu aset.

Dari aset tersebut, kemudian diadaptasi menjadi cara hidup yang kekinian untuk menjawab tantangan dari perkembangan dan perubahan zaman. Tema ini juga diambil dengan maksud untuk menjawab tantangan utama yang ada di masa kini yaitu gaya hidup.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Hilmar Farid menuturkan, PKN 2021 hadir untuk mengawali perubahan gaya hidup dan perubahan tersebut dilakukan dengan memutar haluan dari segala cara hidup lama yang tidak berkelanjutan untuk menemukan arus kebudayaan dari bawah yang akan melontarkan ke masa depan serta maju ke cara hidup baru yang berkelanjutan.

"Kebudayaan itu bisa jadi pandu menuju normal baru. Kebudayaan Nusantara juga telah dihasilkan lewat praktik sosial selama ribuan tahun dan terbukti bisa membuat kita bertahan hingga hari ini. Kita juga perlu menengok untuk mencari jalan keluar dari dilema hari ini," tutur Hilmar saat peluncuran PKN 2021 secara virtual pada 25 Oktober 2021 lalu.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 

Berita Terkait