Trending
Akikah, Tradisi yang Sudah Ada Sejak Zaman Rasulullah SAW

Akikah, Tradisi yang Sudah Ada Sejak Zaman Rasulullah SAW

Rabu, 12 Januari 2022 19:04 Eris Kuswara Tradisi


 

Koropak.co.id - Masyarakat Arab Jahiliyah ternyata memiliki kebiasaan unik dalam merayakan kebahagiaan. Ketika masuk bulan Rajab dalam kalender Hijriah yang kemudian disebut Rajabiyah, mereka akan melakukan pemotongan hewan.

Di bulan itu, mereka akan menyembelih kambing untuk kelahiran anak pertama yang disebut dengan atirah, dan menyembelih kambing untuk kelahiran anak laki-laki yang disebut dengan akikah.

Diketahui, tradisi tersebut pun menjadi semacam perayaan suka cita atas datangnya kebahagiaan yang dilakukan masyarakat Arab sebelum datangnya Agama Islam.

Selain itu, dari ketiga kebiasaan tersebut, akikah pun menjadi prosesi yang hingga saat ini masih terus dilakukan oleh umat Islam, bahkan mayoritas ulama juga mewajibkannya.

Meskipun begitu, akikah yang dilakukan masyarakat Arab Jahiliyah dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ternyata memiliki perbedaan.

Perbedaan tersebut, tidak lepas dari tugas Rasulullah SAW untuk menyempurnakan akhlak umatnya, karena mengingat juga akikah yang dilakukan sebelum Islam datang terdapat hal yang tidak baik di dalamnya.

Dulu dalam pelaksanaannya, kambing atau domba yang disembelih masyarakat Arab Jahiliyah ketika akikah hanya untuk bayi laki-laki saja. Akan tetapi setelah Islam datang, akikah tersebut turut dianjurkan juga untuk bayi perempuan yang lahir.

Perbedaan juga ada pada jumlah kambing yang disembelih, yaitu dua kambing untuk bayi laki-laki dan satu kambing untuk bayi perempuan.

 

 

Baca : Mengenal Tradisi Cukur Rambut Bayi yang Dikenal Secara Turun Temurun

Selain itu juga, masyarakat Arab Jahiliyah akan membasuhkan darah kambing yang disembelih itu ke tubuh bayi yang diakikahkan. Selanjutnya mereka juga akan mencukur rambut bayi sekaligus membasuhnya lagi dengan darah sebagai ungkapan suka cita atas kelahiran bayi tersebut.

Sehingga, hal itulah yang kemudian disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW yakni mengganti darah dengan minyak wangi atau air bunga kurma.

Imam Abu Dawud meriwayatkan hadis dari Budairah, "Dahulu di masa Jahiliyah, jika salah satu dari kami mempunyai anak laki-laki maka akan menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan darah kambing tersebut. Setelah Allah mendatangkan Islam, kami menyembelih kambing, mencukur rambut bayi tersebut dan melumurinya dengan minyak wangi."

Sementara itu dalam riwayat lain seperti yang disebutkan oleh Ibnu Hibban, "Dahulu orang-orang pada zaman Jahiliyah apabila berakikah untuk seorang bayi, maka mereka akan melumuri kapas dengan darah akikah. Lalu ketika mencukur rambut si bayi, mereka akan melumurkan pada kepalanya. Maka Nabi saw menyuruh mereka untuk mengganti darah tersebut seraya berata, Gantilah darah itu dengan minyak wangi."

Tentunya apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi bukti bahwa beliau tidak serta merta langsung menolak tradisi yang sudah ada, melainkan tetap mempertahankan yang baiknya dan mengganti yang buruknya.

Menyembelih hewan merupakan tradisi yang baik karena sebagai wujud rasa syukur atas nikmat Allah sehingga Nabi Muhammad SAW mempertahankannya.

Namun, untuk melumuri bayi dengan darah adalah perbuatan yang tidak baik, sehingga Nabi Muhammad SAW menggantinya dengan minyak wangi. Begitulah keindahan akhlak yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dalam menyikapi suatu tradisi.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 

Berita Terkait