Trending
Hajat Lembur Kampung Cirangkong

Hajat Lembur Kampung Cirangkong

Sabtu, 21 April 2018 19:42 Eris Kuswara Tradisi


 

Koropak.co.id - Sebagai salahsatu upaya melestarikan dan memperkenalkan kesenian tradisional kepada generasi masa depan sekaligus ucapan rasa syukur kepada sang pencipta pasca panen, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bekerjasama Sanggar Seni Sunda Buhun Candralijaya serta Komunitas Cermin menyelenggarakan kegiatan Hajat Lembur, Sabtu (21/4/2018) pagi.

Bertempat di Kampung Cirangkong Desa Cikeusal Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan menghadirkan beberapa seni Sunda Buhun yang diawali dengan Kesenian Tutunggulan, Terebang Gebes, serta Rengkong yang ditampilkan secara bersamaan.

 

Hajat Lembur Kampung Cirangkong

 

Dalam kegiatan itu turut hadir Bupati Tasikmalaya yang diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. H. Safari Agustin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Kundang Sodikin, M.Si, dan Kepala Desa Cikeusal Abdul Basir.

Hadir pula perwakilan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya, perwakilan Camat Tanjungjaya, perwakilan Kapolsek Cirangkong, Sesepuh Pimpinan Hajat Lembur Lingkung Seni sekaligus Pupuhu Sanggar Seni Sunda Buhun Candralijaya, H Ipin Saripin, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Desa Cikeusal.

Hajat Lembur Kampung Cirangkong
Safari Agustin

Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. H. Safari Agustin menuturkan sesuai dengan amanat Wakil Bupati Kabupaten Tasikmlaya Ade Sugianto, Hajat Lembur di Kampung Cirangkong ini harus dilestarikan, karena kegiatan ini sangat mahal dan tidak dimiliki oleh negara lain, sehingga kesenian yang ada di sini juga perlu dikembangkan lagi.

"Nanti sesuai dengan kebijakan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, kesenian ini akan dipaketkan menjadi paket wisata karena inti daripada kegiatan wisata juga ada 3 paket, yakni atraksi, akses dan aminasi. Atraksi ini meliputi kegiatan di obyek wisata termasuk kesenian," katanya.

Sementara itu, kata Safari, paket akses meliputi jalan, infrastruktur dan lainnya yang harus bagus. Sedangkan aminasi meliputi keamanan, kesenangan, hotel dan lainnya. Semua harus bagus karena ketiga hal tersebut sangat penting untuk diselesaikan demi meraih masa depan kepariwisataan yang lebih baik.

Untuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam melestarikan kesenian tradisional ini, Safari menjelaskan pemerintah akan menjadikan Hajat Lembur sebagai kegiatan tahunan, termasuk pada kegiatan Hajat Lembur di Sindangkerta, Ngalokat Cai di Situ Sanghiyang, dan lainnya untuk selalu dikembangkan.

 

Hajat Lembur Kampung Cirangkong

 

"Bahkan nanti setiap obyek wisata akan turut menampilkan seniman-seniman secara bergantian supaya dengan ditampilkannya mereka, menjadi upaya untuk menjaga kelestarian seni Sunda. Apabila sudah lestari Insyaalloh ini akan berkembang," ucapnya.*

 

Selanjutnya : Jaga dan Rawat Tradisi Buhun

 

Berita Terkait