Trending
Pasanggiri Tari Jaipong 7 Plaza Asia

Pasanggiri Tari Jaipong 7 Plaza Asia

Senin, 30 April 2018 16:32 Eris Kuswara Tradisi


Koropak.co.id - Pasanggiri Tari Jaipong kembali digelar di Plaza Asia Tasikmalaya. Gelaran kali ke-7 ini dilangsungkan di Area Ground Floor mal yang beralamat di Jalan HZ Mustofa Nomor 326 Kota Tasikmalaya itu, pada Minggu (29/4/2018). Tidak sedikit sanggar kesenian Sunda se-Priangan Timur, termasuk Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis dan Garut berantusias mengikuti perhelatan Jaipong Rampak tersebut.

Pasanggiri Tari Jaipong 7 Plaza Asia
Efry A. Yusuf

Ketua Pelaksana Pasanggiri Tari Jaipong ke-7, sekaligus Staff Promotion & Event Plaza Asia, Effry A Yusuf mengucapkan terimakasih atas antusiasme peserta. Menurutnya, Pasanggiri Tari Jaipong ini merupakan kontribusi Plaza Asia untuk melestarikan tari jaipong yang semakin lama semakin ditinggalkan para pegiatnya.

"Jarang-jarang kan ada jaipongan di mal. Kami optimis kegiatan ini akan digelar terus setiap tahunnya," kata Effry.

Untuk juara dalam kompetisi tersebut, Plaza Asia Tasikmalaya memutuskan untuk Juara pertama disabet Rangga Setra dari Bebedahan, Juara kedua diraih Mustika Rangga dari Bebedahan. Serta Juara ketiga diraih Dewa Motekar dari Sambong Permai. Untuk penilaiannya sendiri meliputi Wiraga yakni teknik gerak, Wirasa yakni penghayatan, Wirahma yakni harmonisasi gerak dengan musik, penguasaan panggung, make-up, dan kostum.

Pasanggiri Tari Jaipong 7 Plaza Asia"Harapannya, ke depan tentunya seni tari jaipong ini bisa tetap eksis dan lestari dikarenakan kesenian tari jaipong ini merupakan warisan dari leluhur dan nenek moyang. Event ini sengaja kita buat di mal, minimal orang melihat ada jaipong di sini. Hal tersebut bisa menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak untuk ikut menekuni dan berlatih tari jaipong, yang akan menggairahkan regenerasi pegiat tari jaipong, tentunya eksistensi dari jaipong itu sendiri akan tetap ada," kata Efry.

Dikatakan Efry, dengan adanya kegiatan tersebut semoga kesenian tari jaipong akan tetap lestari dan tidak tergantikan budaya asing, karena sebagai warga Sunda, sudah menjadi kewajiban untuk melestarikan apa yang diwariskan oleh leluhur.*

Penulis : E. Kuswara

Berita Terkait