Trending
Pementasan Teater Jadi Ajang Silaturahmi Seniman

Pementasan Teater Jadi Ajang Silaturahmi Seniman

Senin, 28 Mei 2018 17:35 Dede Hadiyana Tradisi


Koropak.co.id - Ketua Komunitas Cermin Tasikmalaya, Ashmansyah Timutiah atau Acong menuturkan pada dasarnya, kesenian adalah hak setiap orang. Kesenian tidak terpaku pada ruang dan waktu. Akan tetapi prosesnya perlu dilakukan serius.

"Melalui pementasan teater ini, kami juga ingin menyampaikan pesan spirit bagi para pelaku seni, teater bisa dilakukan dimana saja dengan proses secara alamiah, tidak harus dilalui dengan proses latihan. Akan tetapi proses perjalanan perteaterannya perlu dilakukan dengan serius juga," kata Acong kepada Koropak usai pementasan teater "Fermentasi Hujan dalam Sepatu" yang digelar di Sanggar Komunitas Cermin Tasikmalaya Jalan Pemuda nomor 2A Gang Apolo Kota Tasikmalaya, Minggu (27/5/2018) malam.

Dalam pementasan tersebut, hadir para seniman yang tak hanya datang dari Tasikmalaya, namun juga dari Jakarta, Sukabumi, Ciamis, dan Banjar. Hadir pula sesepuh dari kampung Cirangkong Pimpinan Sanggar Candralijaya, Ipin Saripin.

Di Komunitas Cermin Tasikmalaya sendiri, kata Acong, proses berkesenian terus berlanjut, bahkan mendorong di wilayah Tasikmalaya lainnya agar dapat tumbuh kantong-kantong kesenian.

"Ke depan, semoga teman-teman kesenian di Tasikmalaya, tidak selalu bergantung dengan ruang yang ada. Mari kita eksplorasi ruang-ruang yang lain di Tasikmalaya karena kesenian tidak harus selalu dipentaskan di gedung kesenian," tutur Acong.

 

Baca pula : Fermentasi Hujan Dalam Sepatu Bawa Pesan Mendalam

 

Pementasan Teater Jadi Ajang Silaturahmi Seniman

 

Dijelaskan Acong, masih banyak ruang lain di masyarakat yang masih bisa dieksplorasi sebagai ruang mengekspresikan kesenian, dan utamanya pendekatan kepada masyarakat dengan kesenian. Acong juga menyampaikan kritik agar pemerintah ada tanggungjawab terhadap perkembangan kesenian.

"Kami tidak pernah menggantungkan diri terhadap pemerintah, tapi pemerintah harus tangungjawab terhadap aktivitas masyarakat terutama kesenian," kata Acong.

Acong melanjutkan, banyak dukungan yang dapat diberikan pemerintah dalam bentuk apapun. Bisa berupa dukungan dana, dukungan fasilitas, dan dukungan lainya. Walaupun kami tidak menggatungkan kepada pemerintah tapi sebuah tanggungjawab pemerintah yang menjadi keharusan.

Sementara itu, Ketua Komunitas Satu Arah mengapresiasi pementasan teater Fermentasi Hujan dalam Sepatu.

"Pertunjukan yang ditampilkan para pelaku seni memang sebuah suguhan yang harus diacungi jempol. Sebagai warga Tasikmalaya, kami gembira di bulan suci Ramadan ini, kita disuguhi pertunjukan yang inspiratif dan ikhlas. Tidak harus menggunakan gedung yang besar dan mewah, tempat yang sederhana pun bisa," ujarnya.

Dijelaskan Wa Azim, di sela-sela kegiatan di bulan Ramadan, pertunjukan teater ini juga menjadi ajang silaturami para pelaku seni.

"Sebuah asupan yang luar biasa untuk seniman-seniman yang ada di Tasikmalaya. Jadi tidak terpaku dengan tempat yang representatif, bisa di mana saja pertunjukan itu digelar. Terpenting, yang menikmati pertunjukan tersuguhkan dengan baik," katanya.*

 

Baca pula : Meriah Gelaran Panggung Raksa Budaya

Berita Terkait