Trending
Fermentasi Hujan dalam Sepatu Bawa Pesan Mendalam

Fermentasi Hujan dalam Sepatu Bawa Pesan Mendalam

Senin, 28 Mei 2018 17:30 Dede Hadiyana Tradisi


Koropak.co.id - Pertunjukan teater Frementasi Hujan Dalam Sepatu yang digelar komunitas Cermin Tasikmalaya Minggu (27/5/2018) di Sanggar Komunitas Cermin Tasikmalaya Jalan Pemuda nomor 2A Gang Apolo Kota Tasikmalaya, sampaikan pesan moral yang mendalam. Naskah Fermentasi Hujan dalam Sepatu menjadi poin muatan moral yang diteatrikalkan oleh Roy Julian dan Slamet Riyadi dari Kantor Teater Jakarta.

"Langit memberat, ruang putus sambung. Hujan pecah di batang-batang lidi. Selangkah dari kiri ada sepatu, mungkin kakinya punya siapa."

Kalimat tersebut merupakan cuplikan dialog pementasan teater Fermentasi Hujan dalam Sepatu. Diakui Roy selaku penulis naskah, Fermentasi Hujan dalam Sepatu memberikan gambaran bagi manusia untuk selalu mengkaji dan mengenali diri karena takdir hidup manusia tidak ada yang tahu.

Pesan moral yang disampaikan membuat para seniman yang tak hanya datang dari Tasikmalaya, namun juga dari Jakarta, Sukabumi, Ciamis, dan Banjar terpukau menyimak dialog-dialog yang disampaikan Roy dan Mamek, sapaan akrab Slamet Riyadi.

Fermentasi Hujan dalam Sepatu Bawa Pesan MendalamPertunjukan Fermentasi Hujan dalam Sepatu dipentaskan selama 45 menit. Pertunjukan nonsutradara tersebut dimainkan dengan ide, konsep, dan naskah karangan Roy.

Jangan lewatkan :
- Pementasan Teater Fermentasi Hujan Dalam Sepatu
- 4 Tahun Menyusun Fermentasi Hujan Dalam Sepatu

Pentas teater itu merefleksikan perjalanan hidup manusia. Fermentasi, kata Roy, diartikan sebagai penyerapan. Hujan diartikan sebagai simbol perasaan karena ketika hujan, semua perasaan-perasaan akan keluar. Sementara sepatu adalah simbol perjalanan hidup.

Dalam artian lain, Fermentasi Hujan dalam Sepatu juga menggambarkan air hujan yang mengendap dalam sepatu akan menyebabkan kaki penggunanya bau. Bau tersebut akan sangat cepat merangsang orang-orang di sekitarnya.

Tentu saja, tidak ada yang suka dengan bau itu, sehingga yang tidak suka akan menjauh. Begitu juga manusia, jika sudah tercium bau atau keburukan dirinya, mereka akan dijauhi.

Baca pula : Pementasan Teater Jadi Ajang Silaturahmi Seniman

"Pertunjukan ini adalah stimulus bagi hidup mereka sendiri yang pada akhirnya ketika mereka menonton ini, mereka diharapkan akan sadar pada jati dirinya, sadar tengah menempuh perjalanan hidup mereka sendiri, dan mereka bisa melihat ke dalam diri mereka sendiri," tutur Roy.*

Penulis : Dede Hadiyana

Berita Terkait