Trending
Jungle Ghost Sang Penjelajah Rimba

Jungle Ghost Sang Penjelajah Rimba

Senin, 02 Juli 2018 17:37 Dede Hadiyana komunitas


Koropak.co.id - Jungle Ghost merupakan Perhimpunan Pendaki Gunung dan Penempuh Rimba dengan pergerakan kepanduan klasik, kesiapan relawan bencana, kajian budaya, dan pengenalan alam sebagai hobi bersama.

Mengembangkan kreativitas yang dimiliki suku Indian dan bersahabat dengan alam, di mana persaudaraan dan persahabatan yang tidak terputus dapat membuat Jungle Ghost semakin memiliki gairah dalam pelestarian alam Indonesia yang jelas dan terarah tujuannya.

Damai di bumi adalah pilihan yang harus dibuat, bukan sesuatu yang harus dicari. Kehidupan Native (Pribumi) memiliki dua arah yakni berjalan menuju teknologi dan dengan spiritual. Sementara kehidupan modern tanpa spiritual telah menyeret teknologi sebagai kekuatan penghancur.

Baca pula : KPGB Indonesia Ekspedisi ke Puncak Tertinggi NTB

Jungle Ghost Sang Penjelajah Rimba

Oleh karena itu, kehidupan Native adalah sebuah kata harus. Jungle Ghost memilih kehidupan Native sebagai pilihan utama dalam mewujudkan keseimbangan alam.

Menjadikan kode etik pecinta alam dan Ten Commandement Indian sebagai pegangan dalam melakukan kegiatan baik di alam terbuka maupun di masyarakat dengan berlandaskan kepada tujuan silaturahmi Mitakuye Oyasin (We All Related) dengan melaksanakan Trias Jungle Ghost yaitu, One Spirit, One Hope, dan One Circle.

Ketua Umum Jungle Ghost Dede Akhmad Anwarudin mengatakan, kami percaya bahwa imajinasi lebih kuat dari pengetahuan. Bahwa mitos lebih kuat dari sejarah. Bahwa mimpi lebih kuat dari fakta. Bahwa Harapan yang selalu menang atas pengalaman.

"Tawa yang merupakan satu-satunya obat untuk kesedihan, dan kami percaya bahwa cinta lebih kuat dari kematian. Menyatukan semangat dalam One Spirit Jungle Ghost demi mewujudkan keseimbangan alam serta demi keberlangsungan masa depan anak cucu kita," ujarnya.

Baca pula : Astrajingga Rentalkan Alat Pendakian

Harapannya, kata Dede, serupa halnya dengan bulu yang bertengger dalam jiwa, dan tidak pernah berhenti sama sekali. Trias Jungle Ghost kedua ini bermaksud menyatukan harapan akan kedamaian yang tidak terputus, kemudian terus menerus menjadi semangat yang mengilhami "Cipta, Rasa dan Karya kita". Menyatukan harapan dalam One Hope Jungle Ghost demi terjaganya alam Indonesia yang gemah ripah loh jinawi.

Trias Jungle Ghost yang terakhir menjadikan tugas yang pertama kali untuk membebaskan diri dari budaya Hedon dan sia sia. Dengan memperluas lingkaran yang berisi semua elemen untuk merangkul semua mahluk hidup serta seluruh alam dalam keindahan. Menyatukan lingkaran dalam One Circle Jungle Ghost demi tersebarnya damai kasih bagi seisi alam.

Sirah Suku atau perwakilan dari pendiri Jungle Ghost Beben Lesmana menambahkan, sebagai pengejawantahan dari Mitakuye Oyasin dengan Trias Jungle Ghost tersebut maka Jungle Ghost berusaha untuk menggelorakan Gerakan Hidup yang Kembali dan bersumber kepada alam.

"Tidak hanya itu, memberikan sumbangsih yang nyata bagi kehidupan pribumi dan masyarakat adat Indonesia, pemeliharaan hutan adat dan hutan negara sekaligus mengenal berbagai macam masyarakat adat yang ada di Indonesia yang secara otomatis menjadi bagian dari proses pembelajaran kehidupan di setiap anggota Jungle Ghost," katanya.

Jungle Ghost Sang Penjelajah Rimba

Begitu juga dengan perhatian terhadap pendidikan masyarakat adat dan daerah terpencil, kata Beben, yang menjadi area perhatian bersama Jungle Ghost dan elemen terkait sebagai bakti kepada Indonesia. Tiga program inti tersebut diterapkan demi tercapainya Visi dan Misi Jungle Ghost.

Jungle Ghost sendiri memiliki Kata Sakti yang sudah mulai banyak di dengar dan dikenal orang. Sebuah kata bagi seorang indian yang menandakan sebuah persetujuan atas kesepakatan bersama.

Kata Sakti tersebut adalah HOWGHH, yang diartikan dalam bahasa sekarang mungkin berarti Oke, Okay deh, Sip Brow, Mantap, Yes, dan lain sebagainya.

"Jika Anda seorang Jungle Ghost, maka anda akan terbiasa dengan ata sakti ini. Pada awalnya pasti akan segan dan malu–malu untuk mengatakannya. Namun, kami jamin ketika sudah terbiasa maka kata sakti ini benar-benar akan 'Sakti', membangkitkan semangat di manapun kita berada dengan kata tersebut," ucapnya.*

Berita Terkait