Trending
Gretac Ciptakan Keseimbangan Ekosistem

Gretac Ciptakan Keseimbangan Ekosistem

Senin, 09 Juli 2018 18:28 Dede Hadiyana komunitas


 

Koropak.co.id - Komunitas pecinta reptil, Galunggung Reptile Community (Gretac) terus tumbuh, dan hingga saat ini sudah mewadahi 41 orang anggota yang menyukai binatang reptil sejak 7 Februari 2015. Filosofi menggunakan nama Galunggung karena Gunung Galunggung hanya ada di Tasikmalaya dan sudah terlalu banyak dari berbagai komunitas yang menggunakan nama Tasikmalaya.

Selain dari para penghobi reptil yang peduli terhadap reptil di Indonesia, komunitas ini berdiri dengan tujuan untuk menjaga silaturahmi antara reptiler, menjaga kekompakan reptiler, sharing, dan mengenalkan reptil terhadap masyarakat khususnya Kota Tasikmalaya agar dapat bermanfaat bagi masyarakat tentang pengetahuan reptil itu sendiri.

Kegiatan yang biasa dilaksanakan komunitas ini yakni sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, silaturahmi antar anggota dan komunitas, serta menjaga ekosistem lingkungan khususnya untuk semua jenis reptil mulai dari ular, buaya, biawak, bunglon, iguana, dan banyak lagi reptil lainnya.

Gretac juga sering berkegiatan rutin setiap Minggu pagi di Alun-alun Kota Tasikmalaya selain bersosialisasi kepada masyarakat, kegiatan tersebut dimanfaatkan para anggota untuk bersilaturahmi dan bermain sambil menjemurkan reptil mereka agar lebih sehat.

Baca pula :
- Edukasi Anak Tentang Alam Dan Lingkungan
- Oi Galunggung Jangan Bungkam Suara Kritis

Gretac Ciptakan Keseimbangan Ekosistem


Ketua Gretac Endang Arjun menuturkan, di komunitas Gretac ini tidak hanya sekedar perkumpulan para pecinta reptil, namun dibalik hobi tersebut kita berusaha untuk melestarikan alam dengan cara membudidayakan reptil demi keseimbangan ekosistem.

"Menjaga ketidakseimbangan ekosistem lingkungan, kita berternak atau membudidayakan reptil yang kemudian nantinya dikembalikan lagi ke alam liar dan sebagian dipelihara," katanya.

Di Tasikmalaya sendiri Endang sudah menjadi pemecah rekor yang berhasil terbanyak membudidayakan ular Pyton serta berhasil pula menetaskan ular Hijau atau Gonyosoma yang nantinya akan kembali dilepasliarkan ke habitatnya.

Menanggapi maraknya perburuan ular dan biawak di masyarakat hingga diperjualbelikan bahkan dikonsumsi, menjadi salah satu pekerjaan rumah di komunitas Gretac. Namun, tidak bisa dipungkiri karena hal tersebut sudah menjadi sebuah kebutuhan ekonomi masyarakat walaupun dengan alasan hama sekalipun.

Salah seorang anggota Gretac Kiki mengatakan, sulitnya memberi arahan kepada masyarakat tentang perburuan reptil tersebut, bahwa di alam bebas ekosistem lingkungan harus dijaga dan dilestarikan.

Gretac Ciptakan Keseimbangan Ekosistem


"Keberadaan komunitas ini tidak memiliki kekuatan untuk melarang masyarakat yang melakukan perburuan liar, kita hanya bisa mengingatkan saja. Akan tetapi Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang mempunyai peran kuat harus dapat bertindak dengan tegas," ujarnya.

Manfaat adanya komunitas Gretac dapat dirasakan masyarakat ketika mendapati ular yang masuk kerumah. Masyarakat dapat menghubungi komunitas Gretac untuk Snakes Rescue di nomor Whatsapp 085294177578 yakni penyelamatan manusia dari ular serta penyelamatan ular dari manusia.

"Komunitas Gretac akan mengirim tim ahli dari sebagian anggota yang terdekat dengan rumah warga tersebut untuk menanganinya. Kami tidak membatasi anggota, siapa pun dapat terjun di Snakes rescue tentunya dengan tehnik dan pengetahuan yang sudah dikuasai," tambah Endang.

Bermain dengan reptil atau atraksi yang biasa digelar dalam sebuah acara tidak hanya sebatas beratraksi semata, namun atraksi tersebut terdapat edukasi bagaimana mengetahui jenis ular yang berbisa termasuk kadar bisanya, tehnik menghidar dari serangan ular, serta cara mengantisipasi apabila terkena gigitan ular yang berbisa.*

Baca pula lainnya :
- LJSK Edukasi Tanpa Henti
- KPGBS Gelar Pelatihan Survial Dasar

Berita Terkait