Trending
Ekspedisi Gunung Sawal

Ekspedisi Gunung Sawal

Kamis, 19 Juli 2018 16:39 Dede Hadiyana Komunitas


Koropak.co.id - Lima orang pegiat alam, yang terdiri atas M Tidar Suryabangkit, Ade Suhada, Rezky Dwi, Fajar Ramadhan, dan Iksan Ikhwanurohman, yang berasal dari berbagai komunitas penggiat alam bebas Tasikmalaya melaksanakan Ekspedisi Gunung Sawal Kabupaten Ciamis yang digelar mulai Minggu (17/6/2018) dan berakhir pada Selasa (19/6/2018).

Ekspedisi kali ini merupakan lanjutan dari kegiatan Ekspedisi tahun 2017 lalu yang sempat tertunda. Dengan tema Niis di Gunung Lembur, pada hakikatnya Ekspedisi bertujuan mengajak rekan-rekan untuk ikut serta dalam ekspedisi gunung-gunung yang letaknya terjangkau oleh para penggiat alam bebas, khususnya yang berdomisili di Tasikmalaya dan sekitarnya.

Salah seorang tim ekspedisi M Tidar Suryabangkit menuturkan, di samping mengajak, ekspedisi di Gunung Sawal juga memberikan kesan serta pengalaman tersendiri.

"Ekspedisi ini memberikan kesan dan pelajaran lebih dibandingkan dengan gunung-gunung yang berada di luar daerah, yang sudah memiliki akses jalur nyata, dan kita pendaki tinggal melangkahkan kaki saja," katanya.

 

Ekspedisi Gunung Sawal "Niis di Gunung Lembur"


Baca : LJSK Jelajah Gunung Galunggung

Dikatakan Tidar, ekspedisi ini juga merupakan bagian dari launching Leuweunger, salah satu brand rental alat outdoor. Objek pengamatan dimulai dari Kampung Cikujang Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis sampai Kampung Tembong Desa Kertamandala Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis dengan melintasi kurang lebih 13 punggungan di pegunungan ini.

"Ekspedisi bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang menunjang guna membuat catatan kronologis petualangan, para tim membuat catatan masing-masing mulai dari karakteristik Gunungnya yang ditinjau dari rute pendakian serta keadaan Biotik dan Abiotik Gunung Sawal," ujarnya.

Banyak data yang didapat dari data temuan langsung seperti hasil pengukuran suhu pada siang dan malam hari, keberadaan sumber mata air, jenis angin dan tekanannya pada saat pendakian, intensitas cahaya yang dijumpai disetiap tempat berdasarkan ketinggian, dan tekstur tanah jalur pendakian.

 

Ekspedisi Gunung Sawal "Niis di Gunung Lembur"


Baca : KPGBS Indonesia Ekspedisi ke Puncak Tertinggi NTB

Tidak hanya itu, berbagai macam temuan Flora dan Fauna langka yang ada di sekitaran Gunung Sawal, menjadikan pelajaran dari kegiatan observasi dan pendakian Gunung Sawal ini.

"Sangat beruntungnya kami sebagai bagian dari subjek pengamat yang merasakan langsung rangkaian demi rangkaian kegiatan ini, sehingga kami mendapatkan intensitas lebih untuk belajar secara langsung di alam khususnya hutan rimba Gunung Sawal," tambahnya.

Tidar berharap, dengan adanya hasil penulisan ekspedisi ini bisa bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam kepencintaalaman.

"Diharapkan juga dapat menjadi referensi bagi semua kalangan penggiat alam bebas khususnya yang ada di Tasikmalaya, serta untuk tetap bertafakur dan mensyukuri serta wajib melestarikannya," ucapnya.*

 

Baca Pula : Sekilas Gunung Haruman Garut

Berita Terkait