Trending
Cara Prediksi Cuaca dari Tanda-Tanda Alam

Cara Prediksi Cuaca dari Tanda-Tanda Alam

Sabtu, 21 Juli 2018 08:37 Dede Hadiyana TravelTips


 

Koropak.co.id - Melakukan pendakian gunung menjadi salah satu aktivitas yang memiliki risiko tinggi. Karena itu, diperlukan bekal yang cukup sebelum memulai pendakian. Tidak hanya sebatas pada persediaan makanan dan minuman saja, diperlukan juga pembekalan diri dengan berbagai informasi dan tips pendakian.

Hal penting yang tidak boleh dilewatkan adalah kemampuan untuk membaca atau memprediksi cuaca. Bekal ini akan membantu pendaki untuk lebih waspada dan dapat memperkirakan peralatan juga perbekalan yang harus dibawa saat cuaca berubah ekstrem.

Perkembangan teknologi memang memudahkan kita dalam memprediksi cuaca. Namun, tetap saja diperlukan pemahaman secara manual dengan mencari dari tanda-tanda alam. Berikut cara-cara memprediksi cuaca dari tanda-tanda alam.

Baca : Persiapkan Hal Berikut Sebelum Mendaki

1. Perhatikan jenis awan serta pergerakannya
Ada berbagai jenis awan yang harus kalian ketahui, mulai dari awan Mammatus, Cumulonimbus, Nimbus, Cirrus, dan masih banyak lagi jenis awan lainnya. Jika sudah memahami jenis dan pergerakannya, maka akan lebih mudah dalam membaca cuaca tanpa harus menggunakan alat bantu.

pada umumnya, awan yang berwarna putih dengan lokasi yang tinggi menunjukkan bahwa cuaca akan cerah, sementara awan berwarna gelap menandakan bahwa hujan akan segera turun. Apabila muncul awan Cumulonimbus pada pagi hari dengan jumlah yang terus bertambah banyak di siang harinya, dapat dipastikan akan terjadi cuaca buruk. Sementara itu, munculnya awan Mammatus menandakan bahwa akan terjadi badai dengan skala ringan hingga ekstrim.

Cara Prediksi Cuaca dari Tanda-Tanda Alam

 

2. Mengamati perilaku hewan
Tips berikutnya yakni dengan mengamati perilaku pada hewan. Hewan disinyalir memiliki kepekaan yang lebih tinggi dan mampu mengetahui terjadinya perubahan cuaca. Contohnyanya, katak akan bersuara lebih nyaring ketika akan terjadi cuaca buruk. Burung pun akan terbang lebih rendah saat kondisi cuaca sedang tidak bersahabat.

Sementara itu, saat cuaca buruk akan tiba, serangga penghisap bunga seperti lebah dan kupu-kupu tidak akan menunjukkan aktivitasnya di sekitar bunga. Semut pun akan meun sarang yang lebih tinggi pada saat cuaca buruk.

Baca : Tidak Ada Kondisi Darurat Apabila Siap

3. Warna langit merah dapat jadi pertanda
Perhatikan warna langit saat matahari mulai terbenam. Apabila langit berwarna merah, artinya cuaca akan tetap cerah, karena warna ini muncul akibat tingginya tekanan udara disertai angin yang menggerakkan debu.

Apabila merahnya langit muncul pada saat matahari akan terbit, artinya cuaca sedang tidak baik, karena angin kering sudah bergerak dan tekanan udara sedang berubah semakin rendah. Tidak lama lagi badai akan segera datang.

Cara Prediksi Cuaca dari Tanda-Tanda Alam

 

4. Rasakan kemana tiupan angin
Cara selanjutnya adalah dengan membaca arah angin bertiup. Jika tidak dapat merasakannya, coba lemparkan beberapa helai daun atau rumput ke udara, lalu amati bagaimana daun tersebut jatuh kembali ke tanah.

Apabila daun tertiup ke arah barat, artinya cuaca sedang baik. Namun sebaliknya, apabila daun tertiup ke timur, pertanda sedang ada gelombang udara yang mendekat.

5. Hirup nafas sedalam mungkin
Tidak banyak disadari, bahwa nafas yang terhirup juga dapat membantu dalam memprediksi cuaca. Berhentilah sejenak dan ambillah nafas sedalam mungkin. Beberapa tumbuhan biasanya akan mengeluarkan bau yang khas ketika terjadi perbedaan tekanan udara.

Bunga-bunga akan memunculkan aroma wangi sesaat sebelum turun hujan. Saat cuaca sedang lembap, kalian akan mampu mencium bau udara yang sedikit lebih kuat.

Demikian lima cara membaca cuaca tersebut dengan memanfaatkan tanda-tanda alam. Selalu perhatikan tips pendakian lain untuk menghindari terjadinya bahaya yang tidak diinginkan saat mendaki.*


Baca Pula : Tips Memilih Makanan di Hutan

Berita Terkait