Trending
Kenali Hipotermia Sebelum Mendaki

Kenali Hipotermia Sebelum Mendaki

Rabu, 25 Juli 2018 16:33 Dede Hadiyana TravelTips


 

Koropak.co.id - Dalam keseruan saat mendaki gunung, ada salah satu bahaya yang kerap mengintai para pendaki yakni Hipotermia. Penyakit ini tidak hanya terjadi di kawasan gunung es yang bersuhu ekstrim saja, namun gangguan kondisi tubuh yang dapat merenggut nyawa ini juga cukup sering terjadi di kawasan pegunungan Indonesia yang tropis.

Tentu tidak asing dengan apa itu Hipotermia. Kondisi suhu tubuh yang menurun secara drastis dibawah normal ini dapat menyerang siapa saja, terutama para pendaki gunung. Yang menjadikan kondisi ini semakin berbahaya adalah kurang pekanya penderita bahwa sedang mengalami Hipotermia. Hal ini dibutuhkan penanganan yang cepat dan tepat sebelum menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Oleh Karena itu, sangat penting untuk para pendaki mengetahui faktor penyebab, gejala, cara pencegahan, dan cara mengatasi Hipotermia. Dengan demikian, aktivitas mendaki gunung akan tetap nyaman dan aman.

 

Baca : Persiapkan Hal Berikut Sebelum Mendaki

 

Kenali Hipotermia Sebelum Mendaki

 

1. Penyebab Hipotermia
Hipotermia adalah suatu kondisi saat suhu tubuh berada di bawah suhu normal. Ketika temperatur dalam tubuh penderita berada di bawah 35°C, secara otomatis jantung, sistem saraf, dan organ lain tidak dapat bekerja dengan normal.

Apabila tidak cepat dan tepat mengatasinya, maka kinerja jantung dan sistem pernapasan akan dengan cepat turun drastis dan berujung pada kematian.

Penyebab utama Hipotermia adalah paparan udara dan air dingin. Lebih spesifiknya, beberapa kondisi yang memicu terjadinya kondisi ini karena tidak mengenakan pakaian yang cukup hangat ketika berada di lingkungan bersuhu rendah terlalu lama, dan tidak segera mengganti pakaian yang basah akibat keringat yang keluar.

Di samping itu, ada beberapa faktor lainnya yang juga menyebabkan hipotermia yakni kondisi badan yang tidak fit, termasuk kurang asupan makan sehingga kurang energi, menkonsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu, serta usia yang terlalu muda ataupun terlalu tua.

 

2. Gejala Hipotermia
Ada cukup banyak gejala yang muncul ketika seseorang telah mengalami Hipotermia diantaranya, menggigil, detak jantung melemah, merasa ngantuk atau lemas yang berlebihan, berbicara hal-hal yang tidak jelas atau bergumam, kulit dingin dan pucat, sulit bernapas hingga sesak, linglung bahkan berhalusinasi, muntah-muntah, sulit menggerakkan anggota tubuh, dan seolah-olah kehilangan akal sehat dengan membuka bajunya meski udara di sekitar sangat dingin.

Khusus untuk poin terakhir, hal ini dikenal dengan istilah Paradoxical undressing, yakni resiko saat suhu tubuh penderita di bawah 32°Celcius. Penderita Hipotermia justru merasa kepanasan dan tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami Hipotermia.

Hal tersebut dikarenakan tubuh membentuk pengaturan kestabilan suhu saat kedinginan. Pembuluh darah akan melebar sehingga suhu tubuh akan meningkat. Pada dasarnya, penderita tengah kedinginan, tetapi juga merasa kepanasan. Apabila tubuh terpapar suhu dingin terus menerus, maka pembuluh di otak pun akan pecah karena pelebaran.

 

Kenali Hipotermia Sebelum Mendaki

 

Baca : Tidak Ada Kondisi Darurat Apabila Siap

3. Mencegah Hipotermia
Mencegah selalu lebih baik daripada mengatasi. Untuk itu, pastikan para pendaki selalu mempersiapkan pendakiannya agar terhindar dari Hipotermia dengan cara berikut.

Lengkapi perlengkapan pendakian sesuai prosedur, seperti jaket gunung, celana lapangan Quickdry, kaus kaki, sarung tangan, sleeping bag, dan perlengkapan lainnya. Menghindari kontak dengan air secara langsung dan segera ganti pakaian yang basah dengan pakaian kering. Jangan mendaki bercelanakan Jeans yang notabene sulit kering serta tidur dalam keadaan hangat, gunakan matras, sleeping bag, dan peralatan pendukung lainnya.

 

Baca : Cara Prediksi Cuaca Dari Tanda-tanda Alam

4. Mengatasi Hipotermia
Alkohol dapat menghangatkan tubuh, akan tetapi tidak untuk pada penderita Hipotermia, karena hal ini justru akan melebarkan pembuluh darah. Adapun dengan memijat atau menggosok-gosok badan penderita, menggunakan lampu pemanas, dan berendam langsung di air panas.

Sebagai penggantinya, berikut beberapa cara mengatasi Hipotermia yang benar yakni, ganti pakaian yang basah dengan pakaian kering, tempatkan ke tempat yang lebih hangat, beri minuman hangat (air mineral), beri makanan berkalori tinggi, gerakkan anggota tubuh, segera bawa turun.

Hipotermia memang kondisi yang mengkhawatirkan, namun tetap dapat dicegah dan ditangani dengan berbekal informasi agar menjalani kegiatan mendaki gunung tetap aman dan nyaman.*

Berita Terkait