Trending
Perbedaan Pendaki Jaman Old dan Pendaki Jaman Now

Perbedaan Pendaki Jaman Old dan Pendaki Jaman Now

Selasa, 31 Juli 2018 19:37 Dede Hadiyana TravelTips


Koropak.co.id - Kegiatan Hiking serta mendaki gunung sekarang ini, sangat diminati oleh generasi masa kini. Tidak lepas dari pengaruhnya film pendakian, berbagai acara petualangan, dan juga pengaruh dari media sosial. Tren yang berkembang selama beberapa tahun kebelakang ini membawa peningkatan pada industri wisata di Indonesia khususnya wisata alam.

Akan tetapi di sisi lain berbagai dampak negatif terus bermunculan, mulai dari masalah sampah, kerusakan lingkungan, dan korban dari kejadian pendaki hilang atau meninggal dunia di gunung.

Salah satu penyebab utamanya adalah melencengnya motivasi hiking masa sekarang yang tampaknya bukan lagi untuk menikmati keindahan alam, melainkan mengadu eksistensi dimedia sosial dengan foto atau video berbagai pose di alam terbuka.

Baca : Ekspedisi Gunung Sawal


1. Perbedaan Hiking masa dulu dan masa kini
Hiking atau mendaki gunung pada masa dulu bukan hobi yang populer di kalangan anak muda seperti sekarang. Dapat dikatakan, mereka yang keluar masuk hutan dan mendaki hanyalah kelompok atau organisasi pecinta alam saja.

Umumnya mereka lebih suka berkumpul bersama teman-teman sambil bernyanyi dan bermain gitar. Hasilnya jika naik gunung pada masa itu, tidak akan bertemu banyak orang.

Berbeda jauh dengan kondisi gunung saat ini. Motivasi hiking masa kini yang tidak hanya mengungkapkan rasa cinta kepada alam, telah mengubah keadaan puncak gunung menjadi seperti pasar.

Membahas soal perlengkapan hiking pada masa dulu juga masih terbatas dan cukup mahal. Sehingga tidak banyak yang mampu memiliki perlengkapan sendiri seperti tenda, ransel, kantung tidur, kompor, dan banyak lagi lainnya. Untuk kebutuhan hiking sendiri biasanya saling meminjam dengan teman atau saudara, karena jasa penyewaan perlengkapan juga tak sebanyak sekarang.

 

koropak.co.id -  Perbedaan Pendaki Jaman Old dan Pendaki Jaman Now (2)

 

Saat ini pasti sudah akrab dengan Digital Camera, Action Cam, dan kamera telepon seluler yang penuh dengan fitur canggih. Lain halnya dengan dulu, alat dokumentasi yang dapat dikatakan canggih adalah kamera dengan rol berisi 36 film. Karena keterbatasan ini, foto yang diambil pun hanya yang penting-penting saja seperti foto bersama ketika tiba di puncak dan keindahan alam.

Apabila kalian melihat foto-foto pendaki jaman dulu dengan seksama, kebanyakan penggiat alam bebas adalah pria dengan rambut gondrong dan tampak kurang terurus. Sementara pendaki jaman sekarang cenderung terlihat rapi dan bergaya, tentu saja hal ini dipengaruhi oleh motivasi hiking masa kini yang ingin tampil sempurna di depan kamera.

Baca : Inilah Mitos Gunung Sawal Puncak Karantenan Gunung Sawal


2. Seperti apapun motivasinya, beginilah Hiking yang seharusnya
Pada motivasi hiking masa kini yang banyak dipengaruhi oleh media sosial sudah pasti membuat banyak perbedaan antara pendaki dulu dan sekarang. Selain mengejar popularitas dan eksistensi, banyak motivasi lain yang membuat seseorang menggeluti hobi ini. Contoh kecil, ingin menikmati keindahan alam, menghindar dari keramaian kota, menyegarkan pikiran, dan memberi tantangan kepada diri sendiri.

Terlepas dari beberapa motivasi tersebut, seharusnya para pelaku mengetahui apa saja yang harus dilakukan agar tidak menimbulkan kerusakan alam dan membahayakan diri sendiri serta orang lain ketika berkegiatan di alam bebas.

 

koropak.co.id -  Perbedaan Pendaki Jaman Old dan Pendaki Jaman Now (2)

 

Pendaki sejati harus menjaga alam dan seluruh isinya, serta harus bersikap ramah kepada masyarakat setempat dan menghormati kebudayaan mereka. Sebagai tamu, memang seharusnya baik dan sopan kepada tuan rumah.

Sebelum melakukan pendaki, pastikan dulu untuk memperlajari beberapa teknik dalam pendakian. Hal-hal dasar seperti cara mengelola sampah, cara buang air dan membersihkan diri, pertolongan pertama pada kecelakaan, dan persiapan perbekalan juga harus dikuasai.

Baca : Tujuh Hal yang Harus Dihindari Saat Turun Gunung


Pelajari juga apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berada di jalur pendakian, karena antara satu tempat dengan tempat lainnya mungkin mempunyai peraturan yang berbeda.

Hiking dan mendaki gunung termasuk olahraga ekstrem, jadi pelaku harus mempersiapkan diri dengan matang. Jangan memaksakan diri tanpa perbekalan dan perlengkapan memadai, karena hal ini bisa membahayakan keselamatan dan menyusahkan orang lain.

Meski kerusakan alam dan perilaku pendaki saat ini begitu memprihatinkan, namun tidak semua pendaki berkelakuan buruk. Masih ada yang peduli kepada sampah, bunga-bunga yang dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab, dan masalah pencemaran. Motivasi hiking masa kini untuk mencari popularitas, tidak selalu salah, asalkan memperhatikan keselamatan diri sendiri, orang lain, dan kelestarian alam.*

 

Baca pula : Lima Gununng Terbaik di Indonesia



Berita Terkait