Trending
Wayang Golek Tak Akan Pernah Bisa Tergantikan

Wayang Golek Tak Akan Pernah Bisa Tergantikan

Selasa, 18 September 2018 13:40 Clara Aditia Tradisi



Koropak.co.id - Wayang golek merupakan kesenian Sunda buhun yang saat ini masih tetap lestari di tengah gempuran budaya asing yang menggerogoti budaya-budaya nusantara.

Namun, sekuatnya istana berdiri, jika tidak dirawat akan runtuh juga. Demikian halnya dengan kesenian wayang golek, meskipun tak tergantikan, dan tak lekang oleh waktu, jika wayang golek tidak dilestarikan, lama kelamaan wayang golek akan ditanggalkan.

Oleh sebab itu diharapkan pemerintah dapat lebih serius menggali dan melestarikan kesenian wayang golek sebagai citra seni dan budaya asli Sunda yang melegenda.

Demikian disampaikan dalang Deden Kurnia Sunandar, seorang dalang didikan Almarhum Asep Sunandar Sunarya dalam perguruan Giri Harja 3 Bandung saat menceritakan kepiluannya terhadap perkembangan zaman yang mulai terkontaminasi budaya-budaya asing.

 

Baca : Upaya Melestarikan Seni Budaya Sunda

 

Koropak.co.id - Wayang Golek Tak Akan Pernah Bisa Tergantikan (2)

 

Baca : Festival Kendan Gali Potensi Seni Budaya

Lahir di tengah keluarga pegiat wayang golek, membuat Deden selalu haus akan ilmu perwayangan. Sehingga di tahun 1996, Deden memutuskan untuk berguru ke Almarhum Asep Sunandar Sunarya untuk memperkaya wawasan dan skilnya sebagai dalang.

Setelah sekian tahun lamanya, Deden dilantik pada 2012. Bahkan di tahun tersebut, Deden juga mendapatkan nama untuk grup wayangnya yang merupakan nama pemberian Almarhum Asep Sunandar Sunarya, yakni Giri Baskara.

Untuk pengalaman dalam pementasan wayang golek, Giri Baskara sudah melanglangbuana ke berbagai daerah, termasuk pementasan di Banjar, Majalengka, hingga Bandung.

"Kami berharap seni wayang golek jangan sampai ditinggalkan. Jangan sampai tergeser oleh budaya asing karena wayang golek ini budaya asli Sunda yang harus dijaga dan dilestarikan," kata Deden.

 

Koropak.co.id - Wayang Golek Tak Akan Pernah Bisa Tergantikan (3)

 

Baca : Pariwisata Pengaruhi Devisa Negara

Ada paradigma bahwa wayang golek hanya disukai kaum sepuh, dan tidak masuk ke kaum milenial. Namun rupanya paradigma tersebut sangatlah salah besar. Toh pada kenyataannya, saat wayang golek ditampilkan, banyak kalangan yang menyukai wayang golek, tidak hanya kaum sepuh saja, namun juga kaum muda hingga anak-anak.

"Menyikapi kencangnya budaya asing masuk ke Tanah Air yang lambat laun mengikis budaya lokal, para dalang dituntut untuk dapat kreatif dan inovatif. Mengemas penampilan wayang goleknya dengan merelevansikan dengan kondisi saat ini, jadi para dalang harus bisa ngigelan zaman, kalau tidak ngigelan zaman akan ketinggalan," tutur Deden.

Untuk ciri khas murid Abah Asep Sunandar Sunarya yakni akan keliatan dari wayang dan antawacana sora wayang, juga haleuang yang tak akan jauh dari sang maestro Abah Asep Sunandar Sunarya.

"Masyarakat juga bisa menilai, mana yang benar-benar didikan Almarhum, dapat dibedakan dari penampilan tata letak panggung di profil depan, terus dari tokoh si Cepot. Jika benar didikan Almarhum, tentu ada beberapa kesamaan, baik dari suara, maupun gendingnya," katanya.*

 

Baca pula : Dedi Mulyadi Pilih Bangun Karakter Wayang Dibanding Super Hero, Luar Negeri

 

Berita Terkait