Trending
KIS Promosikan Iket Khas Sunda di Festival Kendan

KIS Promosikan Iket Khas Sunda di Festival Kendan

Selasa, 18 September 2018 14:39 Dede Hadiyana Komunitas



Koropak.co.id - Ramainya serangkaian acara dalam Festival Kendan yang dihadiri oleh banyaknya partisipan, membuat Festival Kendan sukses digelar. Salah satu komunitas yang ikut berpartisipasi adalah Komunitas Iket Sunda pada Minggu (16/9/2018).

Komunitas Iket Sunda (KIS) merupakan komunitas yang pertama kali dirikan di Kota Bandung. Seiring dengan penyebaran anggota ke berbagai wilayah, kini KIS telah berada di berbagai titik daerah seperti Tasikmalaya, Karawang, dan masih banyak daerah lainnya.

Uniknya, KIS Bandung memiliki julukan KIS Puseur yang berarti pusat, sedangkan untuk wilayah lainnya diberi julukan Area seperti KIS Asor atau KIS Area Soreang, KIS Atas atau KIS Area Tasikmalaya.

Ketua Komunitas Iket Sunda Area Soreang, Yadi Mulyadi menuturkan untuk anggota komunitas tentu mengalami kenaikan dan penurunan setiap tahunnya. KIS mengalami perkembangan pesat pada tahun 2012 lalu.

"Itu hal yang lumrah. Kita berharap dan percaya, siapa yang tahu ke depannya akan ada peningkatan anggota lagi, karena memang sudah biasa jika anggota suatu komunitas bertambah dan berkurang, mungkin di 2019 mendatang KIS akan meningkat kembali," tuturnya.

 

Baca : Baraya Onthel Soreang Hadir di Festival Kendan

 

Koropak.co.id - KIS Tawarkan Iket Khas Sunda di Festival Kendan (2)

 

Baca : Merubah Kehidupan Masyarakat Dari Segi Ekonomi Sosial dan Budaya

Dikatakan Yadi, dengan adanya Festival Nuras ini tentu menunjang perkembangan KIS, karena di kegiatan ini, KIS dapat mempromosikan iket kepada para pengunjung, sekaligus memperkenalkan iket sebagai salah satu aksesoris seni budaya Sunda.

"Harga yang kami tawarkan macam-macam, mulai Rp 20.000, sampai Rp 100.000, tergantung dari bahan dan jenis kain. iket kepala yang mengugunakan spons harganya lebih murah dibandingkan dengan iket yang menggunakan bahan full kain. selain itu ada juga iket lepasan," ucap Yadi.

Diharapkan, kata Yadi, seluruh masyarakat Sunda khususnya yang hadir di Festival Kendan dapat ikut serta dalam melestarikan budaya Sunda, salah satunya dengan bangga menggunakan iket kepala.*


Baca : Banyaknya Epos Sejarah yang Harus Dirasionalisasi

 

Berita Terkait