Trending
Menerabas Kemustahilan Perhelatan Budaya Skala Nasional

Menerabas Kemustahilan Perhelatan Budaya Skala Nasional

Sabtu, 17 November 2018 18:44 Clara Aditia Mice


 

Koropak.co.id - Ada anggapan, kota kecil bernama Tasikmalaya, sangat mustahil terjadi perhelatan budaya skala nasional. Namun, dari kemustahilan itu sendiri terlahir sebuah dorongan untuk membuktikan bahwa anggapan-anggapan tadi hanyalah sebuah mitos. Oleh karena itulah, Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya berupaya keras untuk memelopori terwujudnya agenda budaya bertajuk “Festival dan Anugerah Putu Wijaya” yang akan dihelat di Gedung Kesenian Tasikmalaya, mulai 27 November sampai 4 Desember 2018.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, Bode Riswandi kepada Koropak, Sabtu (17/11/2018). Dikatakan Bode, festival ini merupakan wujud terimakasih para pelaku seni kepada Putu Wijaya yang semasa hidupnya telah banyak mewarnai dunia pertunjukkan teater sekaligus penulisan naskah.

"Dedikasi Putu Wijaya yang mengabdikan diri dalam kebudayaan dan kesenian di Indonesia, harus dijadikan spirit untuk diadakannya estafet generasi, agar spirit Putu Wijaya dapat menular hingga ke generasi milenial," kata Bode.

Dituturkan Bode, spirit estafet tersebut dihidupkan oleh Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya dengan mengundang para pegiat teater di tanah air untuk ikut serta menyukseskan kegiatan ini. Bak gayung bersambut, spirit tersebut disambut baik sejumlah kelompok teater Tanah Air.

Tercatat, beberapa kelompok teater akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, mulai dari Teater Dongkrak (Tasikmalaya), Teater Api Indonesia (Surabaya), Jurusan Teater ISI (Padang Panjang), Jurusan Teater STKW (Surabaya), Ngaos Art (Tasikmalaya), Jurusan Teater IKJ (Jakarta), Aktor Piktorial (Bandung), Teater Mandiri (Jakarta), serta Teater Payung Hitam (Bandung).

 

Koropak.co.id - Menerabas Kemustahilan Perhelatan Budaya Skala Nasional 2

 

Selain pementasan tersebut, akan dilaksanakan pula Workshop Teater pada 29 dan 30 November 2018, yang diikuti oleh kelompok-kelompok teater dan pelajar di Tasikmalaya. Disusul Sarasehan Budaya pada 4 Desember 2018 yang menganggkat tema “Membincangkan Karya-karya Putu Wijaya” dengan narasumber Prof. Jakob Sumardjo dan Halim H.D. Kegiatan ditutup dengan Pidato Kebudayaan yang disampaikan langsung Putu Wijaya.

"Kami berharap kegiatan ini bisa mendapat apresiasi dari segenap komponen masyarakat, agar turut menjadi bukti sejarah bahwa Kota Tasikmalaya mampu melaksanakan pertunjukan berkelas nasional ini," kata Bode.

Bode juga menyampaikan terimakasih kepada Bakti Budaya Djarum Foundation, yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Bode berharap “Festival dan Anugerah Putu Wijaya” di Tasikmalaya bisa menjadi rekam jejak peristiwa kebudayaan yang baik dan menarik bagi segenap pihak, termasuk bagi Bakti Budaya Djarum Foundation. Sehingga ke depan Bakti Budaya Djarum Foundarion dapat selalu suport pada kegiatan-kegiatan kebudayaan yang berlangsung di Tasikmalaya.*

 

Baca : Anugerah Budaya dan Festival Putu Wijaya Segera Digelar

 

Berita Terkait