Trending
Putu Wijaya di Mata ISI Padangpanjang

Putu Wijaya di Mata ISI Padangpanjang

Kamis, 29 November 2018 14:49 Clara Aditia Mice



Koropak.co.id - Sutradara pementasan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Sumatera Barat, Meria Eliza menilai sosok Putu Wijaya merupakan inspirator dunia teater Indonesia yang patut diapresiasi. Karya-karyanya telah menginspirasi para pelaku seni untuk menampilkannya dalam berbagai pentas.

Termasuk dalam pementasan yang akan ditampilkan ISI Padangpanjang dalam malam Anugerah Budaya dan Festival Putu Wijaya pada Kamis (29/11/2018) malam nanti.

"Putu Wijaya adalah maestro besar, yang telah banyak memberikan kontribusi dalam perkembangan teater di Indonesia. Beliau adalah seorang penulis naskah, budayawan, dan pemerhati seni. Di ISI Padangpanjang, banyak naskah dan pikiran beliau yang menjadi bahan pembelajaan bagi kami," kata Eliza kepada Koropak di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Kamis (29/11/2018).

Eliza juga mengapresiasi Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya yang menggelar kegiatan yang bertujuan mengapresiasi karya dan dedikasi Putu Wijaya dalam kemajuan dunia teater Indonesia.

"Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya luar biasa, dapat melaksanakan penganugerahan ini. Selama ini kita bertanya-tanya siapa yang bisa memberikan penghargaan atas dedikasi Putu Wijaya. Melalui pagelaran ini, Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya menjawabnya," ucap Eliza.

Dijelaskan Eliza, di Padang sendiri, pernah dilangsungkan penganugerahan bagi Wisran Hadi, yang merupakan seniman dan budayawan di era 1970an.

 

Koropak.co.id - Putu Wijaya di Mata ISI Padangpanjang (3)

 

Baca : Penggiat Teater di Daerah Lebih Punya Semangat

Sementara itu, sebagai persiapan untuk pementasan ISI Padangpanjang dalam kegiatan yang digelar Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya mulai Selasa (27/11/2018) itu, ISI Padangpanjang mulai persiapan dengan penataan artistik dan pengenalan panggung.

"Ya, kita mulai menyetubuhi panggung agar para aktor akrab dengan suasana panggung, sehingga dapat menguasai panggung. Untuk nanti malam, kita akan menampilkan pementasan naskah Blong yang ditulis Putu Wijaya, mulai pukul 19.00 WIB," kata Eliza.

Eliza berharap, Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya dapat terus berkarya, terus eksis, serta terus memberikan ruang bagi para seniman. "Kami akan menunggu undangan di tahun berikutnya," ucap Eliza.*

 

Baca : Teater Bukan Hanya Tontonan Mengisi Waktu Luang

 

 

Berita Terkait