Trending
Teater Api Indonesia Dongkrak Spirit Nasionalisme

Teater Api Indonesia Dongkrak Spirit Nasionalisme

Kamis, 29 November 2018 19:45 Didit Fauzi Mice


 

Koropak.co.id - Anugerah Budaya dan Festival Putu Wijaya dinilai sangat strategis dalam menggali kembali potensi-potensi naskah teatrikal nasional untuk dipentaskan ke publik. Hal itu menjadi penting mengingat sebelumnya, teater selalu menampilkan naskah-naskah barat, padahal di Indonesia, banyak seniman-seniman potensial yang karyanya bisa ditandingkan dengan karya barat.

Demikian disampaikan Sutradara Teater Api Indonesia, Luhur Kayungga selepas mementaskan "DOR" karya Putu Wijaya dalam Anugerah Budaya dan Festival Putu Wijaya, Rabu (28/11/2018).

"Saya kira, pementasan ini tidak hanya mengingatkan kita persoalan primordialisme, namun juga persoalan nasionalisme. Di dalam teater kita terlalu banyak mementaskan naskah-naskah barat. Anugerah Budaya dan Festival Putu Wijaya ini menjadi satu pengingat bahwa ada karya Indonesia yang sangat kental akan kultur kita," katanya.

Dijelaskan Luhur, naskah-naskah karya seniman Indonesia sangat potensial, sebagai budaya tanding dengan naskah dari barat yang dirasa sudah cukup. "Kini, saatnya mengedepankan karya nasional potensial, seperti karya sang maestro Putu Wijaya," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Teater Api Indonesia Dongkrak Spirit Nasionalisme (2)

 

Baca : Aum, Teater Dongkrak Tasikmalaya Tampil Memukau

 

Luhur juga mengapresiasi atas animo penonton yang begitu luar biasa. Meski hujan, penonton tetap setia menyaksikan poin demi poin makna yang disampaikan pementas.

"Ini merupakan gejala yang bagus. Di tengah himpitan budaya asing, ketika kesenian nasional ditampilkan, antusiasmenya sangat tinggi. Ini juga menunjukan seni budaya kita bisa diminati banyak orang. Kita berharap penonton yang menikmati acara ini bisa hadir lebih banyak lagi," katanya.

Luhur juga mengaku kagum dengan sosok Putu Wijaya. Di usianya yang sudah lanjut, Putu Wijaya masih aktif dan produktif berkarya menuangkan ide dan pemikiran dalam sebuah karya inspiratif.

"Sepak terjang beliau, harus menjadi inspirasi bagi kita. Harus kita teladani, bahwa usia tak menyurutkan langkah kita untuk terus berkarya. Terimakasih Mas Putu telah menjadi tauladan bagi kami para pelaku seni teater," kata Luhur.*

 

Baca : Penggiat Teater di Daerah Lebih Punya Semangat

 

Berita Terkait