Trending
Sebalut Pilu Indonesia Dalam Pentas Ngaos Art

Sebalut Pilu Indonesia Dalam Pentas Ngaos Art

Sabtu, 01 Desember 2018 23:30 Clara Aditia Mice


"Kita harus membangun kekuatan, membangun perlawanan, anti kepada korupsi yang terus menerus semakin menjadi budaya bangsa".

 

Koropak.co.id - Demikian sepenggal prolog dalam naskah "Jangan Menangis Indonesia" karya Putu Wijaya yang berhasil dipentaskan dengan baik oleh Ngaos Art dalam malam Anugerah Budaya dan Festival Putu Wijaya, Sabtu (1/12/2018).

Pementasan yang dihelat di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya itu, telah berhasil membawa audience hanyut dalam bait per bait prakata yang disampaikan para aktor dari teater Ngaos Art. Tak jarang audience dibuat terpingkal kala aktor memaparkan sisipan-sisipan kejenakaan yang disambut gelak tawa penonton.

Emosi penonton juga tidak sedikit dibuat naik turun kala para aktor menyampaikan kritikan-kritikan atas kondisi bangsa yang kian carut marut dengan keserakahan, digerogoti oleh berbagai sebab, termasuk budaya laten korupsi yang semakin membudaya.

Sutradara Ngaos Art, AB Asmarandana menuturkan konsep yang disuguhkannya mengkolaborasikan antara prakata prolog dengan tarian dan nyanyian yang membuat kemasan pentas lebih menarik.

"Melalui pentas ini, kami suguhkan hidangan parsial dengan adegan-adegan, dialog, tarian, dan nyanyian bermuatan pesan tentang korupsi yang telah mewabah menjadi parasit di negeri ini," katanya.

 

Koropak.co.id - Sebalut Pilu Indonesia Dalam Pentas Ngaos Art 2

 

Ngaos Art juga mengangkat kisah aktivis Munir yang tewas pada 7 September 2004 akibat diracun demi mendiamkan Munir atas kritikan-kritikannya kepada pemerintah kala itu. Juga Marsinah, seorang buruh yang dibunuh karena turut andil dalam rapat unjuk rasa buruh. Marsinah diketahui hilang tanggal 5 Mei 1993, dan ditemukan tewas tiga hari kemudian dalam kondisi luka berat akibat penganiayaan.

"Kami juga ingin menyampaikan bahwa Bangsa Indonesia masih punya harapan untuk bahagia, walaupun banyak janji-janji yang memisahkan harapan itu," kata AB Asmarandana.*

 

Baca : Di Mata Ngaos Art Putu Wijaya Sosok Inspiratif

Berita Terkait