Trending
Tiga Filosofi Mengenal Keresahan

Tiga Filosofi Mengenal Keresahan

Rabu, 05 Desember 2018 17:48 Didit Fauzi Mice



Koropak.co.id - Aktor Teater Payung Hitam, Muhamad Wail menceritakan naskah Semua Sakit Juga yang dipentaskan Teater Payung Hitam dalam malam puncak Anugerah Budaya dan Festival Putu Wijaya di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Selasa (4/12/2018) merupakan reinterpretasi atas naskah Aduh karya Putu Wijaya.

"Sutradara kami, Pak Rachman Sabur selalu memberi kami kunci bahwa aktor harus mengembangkan reinterpretasi naskah dalam bentuk perwujudan panggung. Naskah Semua Sakit Juga ini merupakan kata yang bisa masuk kepada semua orang, yang menjadi reinterpretasi dari naskah Aduh karya Mas Putu Wijaya," katanya.

Dijelaskan Wail, jika digali, semua memiliki pengalaman ikatan emosional, yang merupakan bagian dari skema rasa sakit, terlepas dari rasa sakit fisik maupun fisikis. Hal itulah yang akan menyebabkan interpretasi naskah Aduh selalu kontekstual dalam kehidupan.

 

Koropak.co.id - Tiga Filosofi Mengenal Keresahan (3)

 

Baca : Reinterpretasi Aduh Semua Sakit Juga

 

"Pak Rachman Sabur selalu memberikan kami tiga filosofi guna merasakah keresahan yang bisa dikemas dalam pementasan kami. Ketiga filosofi tersebut mencakup pengenalan tubuh sendiri, tubuh orang lain, dan tubuh lingkungan. Itu menjadi kunci kami dalam mewujudkan manusia dalam konteks mahluk," kata Wail.

Diakui Wail, setiap manusia memiliki pengalaman menarik yang bisa dibongkar, dan disampaikan kembali kepada seluruh manusia di bumi, baik itu pengalaman dalam konteks khasanah pengetahuan internal atau komunal, yang digali dan diolah melalui daya berfikir seniman.

"Terlepas dari itu semua, kami sampaikan selamat atas suksesnya acara Anugerah Budaya dan Festival Putu Wijaya. Semoga ini bisa berlanjut, dan terus dikembangkan agar lebih baik dari sekarang. Apa yang sudah baik dijaga, apa yang ada agar dikembangkan lagi ke depannya," kata Wail.*

 

Baca : Kemustahilan Festival Putu Wijaya Terjawab