Trending
Belajar Tertawa, Haruskah Manusia Menggeser Pola Pikirnya?

Belajar Tertawa, Haruskah Manusia Menggeser Pola Pikirnya?

Sabtu, 29 Desember 2018 17:48 Erni Nur'aeni Mice


 

Koropak.co.id - Salah seorang seniman dari Kantor Teater Jakarta, sekaligus penulis naskah "Belajar Tertawa", Roy Julian mengaku bangga bisa menampilkan kembali karyanya di Kota Tasikmalaya dalam pertunjukan Silaturahmi Kesenian yang digagas Komunitas Cermin Tasikmalaya, di Halaman Sekretariat Komunitas Cermin Tasikmalaya, Jumat (28/12/2018) malam.

Dikonfirmasi Koropak setelah pertunjukan, Roy menuturkan pagelaran yang digagas Komunitas Cermin Tasikmalaya tersebut memberikan dampak positif, sebab sangat mengakomodir spiritual penonton. Dengan menyuguhkan beberapa pertunjukkan seperti puisi, musik, dan teater, menjadi harapan akan upaya asupan batin manusia.

"Menurut saya, ini sangat mengakomodir semuanya. Ini merupakan upaya untuk memberikan asupan batin penonton," katanya.

 

 

Koropak.co.id - Belajar Tertawa, Haruskah Manusia Menggeser Pola Pikirnya (2)

 

Baca : Fermentasi Hujan Dalam Sepatu Bawa Pesan Mendalam

Roy menjelaskan teater berjudul "Belajar Tertawa" yang dibawakan bersama rekannya, Slamet Riyadi itu, merupakan naskah lanjutan dari naskah "Fermentasi Hujan Dalam Sepatu" yang mengangkat cerita tentang kepedihan-kepedihan dalam kehidupan. Dari sebuah pertanyaan yang mengharuskan manusia menggeser pola pikirnya.

"Artinya terkadang pertanyaan tersebut mencerminkan kehidupan kita yang menyedihkan dan terasa gamang, sehingga kita berpikir apa yang harus dilakukan? Ternyata hal itu terwujud dengan cara menggeser pola pikir," katanya.

Naskah ini, kata Roy, ditulis dengan ide cerita yang mengacak dari berbagai sudut kehidupan, sehingga dirinya mengajak penonton terlibat, dengan membiarkan penonton menggali imajinasinya dalam merangkai setiap adegan.

"Pertunjukkan ini sangat dekonstruktif. Hal ini bertujuan untuk merekonstruksi ulang serta mengubah tatanan berpikir mereka. Ini merupakan pantulan cerita dari beberapa orang, dan dialami oleh diri sendiri," ujarnya.*

 

Baca pula : Pementasan Teater Jadi Ajang Silaturahmi Seniman

Berita Terkait