Trending
Sejarah Warna Merah di Hari Raya Imlek

Sejarah Warna Merah di Hari Raya Imlek

Selasa, 05 Februari 2019 19:08 Didit Fauzi Tradisi



Koropak.co.id - Dalam perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina, kemeriahan yang diselimuti pemandangan serba merah bukan hal yang aneh dan baru. Mulai dari pakaian, lampion, angpau, hingga kertas di dinding atau jendela, semuanya didominasi warna merah.

Penggunaan warna merah dalam perayaan Imlek rupanya punya cerita menarik. Dilansir dari berbagai sumber, kisah ini sudah hidup sejak ribuan tahun lalu. Konon Legenda menceritakan bahwa dahulu ada Nian yang merupakan binatang buas, kerap meneror penduduk desa saat Tahun Baru Imlek. Binatang ini akan memakan tanaman, binatang ternak, bahkan anak-anak.

Akhirnya, penduduk desa pun mengetahui jika binatang setengah banteng dan berkepala singa ini takut dengan tiga hal, yakni api, suara bising, dan warna merah. Leluhur juga berpesan pada warga desa untuk menggantungkan kertas berwarna merah di setiap pintu dan dinding menjelang tahun baru. Sebab menurutnya, kertas merah bisa sebagai penolak Nian yang takut pada warna merah.

 

Koropak.co.id - Sejarah Warna Merah di Hari Raya Imlek (2)

 

Sejak saat itu, Nian pun berhasil dikalahkan dan warna merah dianggap membawa keberuntungan. Seiring berjalannya waktu, terbentuklah tradisi tahun baru untuk menyalakan petasan, menggantungkan lampion dan kertas berwarna merah di jendela atau pintu, hingga menampilkan Barongsai.

Di sisi lain, masyarakat Cina kuno dan modern juga sepakat jika warna merah memiliki simbol api atau cinta dan keberuntungan. Warna merah pada tradisi Imlek menggambarkan pengharapan di tahun yang baru, segala kesedihan dan kegelapan akan lenyap, dan digantikan dengan kebahagian. Selain warna merah, warna emas juga menjadi warna sakral pada perayaan Imlek. Karena warna emas merupakan warna indah yang dapat menghasilkan warna Yin dan Yang atau disebut juga sebagai warna yang menjadi pusat perhatian.*

 

Baca : Kenapa Tahun Baru Cina Disebut Imlek?

Berita Terkait