Trending
Kupas Novel Jais Darga Berikan Kesan Bermakna

Kupas Novel Jais Darga Berikan Kesan Bermakna

Sabtu, 09 Februari 2019 22:15 Erni Nur'aeni Mice


 

Koropak.co.id - Jais Darga, gadis menak yang tertuang dalam Novel bertajuk "Jais Darga Namaku", karya Ahda Imran, berpesan bagi kaum hawa, untuk tidak menangisi diri sendiri. Jadikan rasa sakit tersebut motivasi. Jangan pedulikan cibiran orang-orang, karena sekuat apapun, jika jalan ditempat akan ambruk, hal ini berlaku untuk perempuan atau laki-laki.

"Jangan berasa kita paling menderita se-dunia. Justru jadikan motivasi dan hilangkan keraguan karena itu yang akan membuat kita ambruk. Kalau ada kesalahan, perbaiki itu," kata Jais saat dijumpai Koropak selepas kegiatan Bedah Novel di Ruang Asyik D'Sugar Cafe, Jalan BKR Kahuripan Tawang Kota Tasikmalaya, Jumat (8/2/2019) kemarin.

Ditambahkan Jais, hal yang peling berkesan baginya, melalui lika-liku kehidupannya, dirinya dapat mengenali pribadinya sendiri jauh lebih dalam.

"Satu hal yang paling membuat saya syok, saya tidak pernah mengasihani diri. Namun setelah baca uraian riwayat hidup saya di novel tersebut, ternyata saya seperti itu dan sampai menangis. Dari sanalah saya mulai merasa ada kehampaan yang diisi oleh renungan, dan dengan kegetiran kehidupan dahulu. Bahkan ibu saya bilang 'Jais hampura mamih' namun saya bilang tidak perlu minta maaf. Kalau hal itu tidak terjadi, maka saya tidak akan menjadi Jais yang sekarang. Karena memang benar, kesakitan yang motivasi," ujar Jais.

 

Koropak.co.id - Kupas Novel Jais Darga Berikan Kesan Bermakna (2)

 

Baca : Novel Jais Darga Menginspirasi Kaum Hawa

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, Bode Riswandi yang menjadi pembicara dalam bedah novel yang digagas Beranda 57 tersebut menuturkan, novel "Jais Darga Namaku" memiliki makna tersendiri. Terutama adanya konflik keluarga dan intrik lainnya yang sangat menarik dan inspiratif.

"Novel ini benar-benar memberikan gambaran perjalanan Jais Darga menjadi seseorang yang sukses menjual banyak lukisan maestro Indonesia dan dunia hingga memiliki galeri seni sendiri di Prancis. Semoga kupasan novel ini akan memotivasi kaum perempuan untuk terus berjuang tak kenal lelah meraih kesuksesan," ujar Bode.

Penulis Novel "Jais Darga Namaku", Ahda Imran menuturkan novel tersebut mengisahkan tentang seorang perempuan yang saat ini menjadi percakapan dunia lelang lukisan Internasional. Dari pergaulannya bersama para pelukis di Babakan Siliwangi Bandung, sampai punya galeri di Bali dan Paris.

 

 

Koropak.co.id - Kupas Novel Jais Darga Berikan Kesan Bermakna (3)

 

Baca : Menerabas Kemustahilan Perhelatan Budaya Skala Nasional

"Dari spekulasinya membarter mobil dengan lukisan seorang Maestro Indonesia hingga ia hadir sebagai buyer lukisan maestro dunia. Dari kecakapan lugunya sebagai orang timur yang senantiasa dinilai kelas dua oleh bangsa barat, hingga mampu membuat para Art Dealer kelas dunia dibuatnya gigit jari karena biding fantastis yang ia tawarkan. Demikian tersurat riwayat Jais Darga," ujar Ahda.

Di samping reputasinya yang sangat cemerlang, kata Ahda, terdapat pula kisah-kisah dramatis dan mencengangkan. Jais Darga merupakan seorang anak keturunan Menak dari Ibu bernama Raden Nana Sunani, perempuan menak di Sunda. Putri Lurah Desa Cianten Limbangan Garut, Raden Sastrawinata yang benar-benar mengalami lika-liku kehidupannya.*

 

Baca : Kemustahilan Festival Putu Wijaya Terjawab

Lihat : Kota Tasikmalaya Saksi Dedikasi Putu Wijaya