Trending
Inilah Silsilah Penamaan Desa Sidamulih

Inilah Silsilah Penamaan Desa Sidamulih

Selasa, 19 Februari 2019 19:21 Ahmad Mukhlis Legenda


 

Koropak.co.id - Desa Sidamulih merupakan salah satu desa di Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. Berdiri sejak 1884, Desa Sidamulih merupakan pemekaran dari Kamantren Ciparay. Sebelum desa ini mempunyai nama, Desa Sidamulih telah didiami oleh orang-orang yang cara hidupnya berkelompok, termasuk satu tempat yang disebut Nagarahayu yang dipimpin oleh seseorang yang menamakan dirinya Singaraja.

Demikian dikisahkan Aki Cudin (60), sesepuh Desa Sidamulih saat dijumpai Koropak di kediamannya, Senin (17/2/2019).

Konon pada saat itu, kata Cudin, datang seseorang pengembara dari daerah selatan seorang putra Raja Galuh yang bernama Surakanta. Kedatangan Surakanta ke daerah ini tidak lain disuruh oleh ayahandanya untuk menuntut ilmu. Namun malang baginya apa yang dicita-citakannya tidak tercapai karena pada waktu itu Surakanta bertemu dengan Singaraja dan terjadilah perkelahian.

"Surakanta mati terbunuh, dan jasadnya dimakamkam di pinggir Sungai Citalahab, yang sekarang disebut Karamat Putaraja yang diambil dari kata Putra Raja yang terletak di Dusun Cibayawak. Selang kemudian datanglah ayah Surakanta yakni Surajaya, untuk menyusul anaknya karena ia punya firasat bahwa anaknya mendapat malapetaka," ujar Cudin bercerita.

Dalam perjalanan Surajaya dikawal oleh dua orang yakni Bagus Sahir dan Bagus Nur Ihsan. Di tengah perjalanan, ia mendapatkan kabar anaknya terbunuh oleh Singaraja. Dia mencari keberadaan Singaraja dan akhirnya bertemu. Karena kesombongannya Singaraja mengaku telah membunuh Surakanta. Akhirnya Singaraja dan Surajaya duel, yang dimenangkan Surajaya. Singaraja mati dalam duel tersebut dan jasadnya dimakamkan di pinggir Sungai Citalahab sebelah selatan makam anaknya yang sekarang terkenal namanya Karamat.

 

Koropak.co.id - Inilah Silsilah Penamaan  Desa Sidamulih (2)

 

Baca : Sekilas Gunung Haruman Garut

Menurut Cudin, akhirnya Surajaya meneruskan perjalanannya ke arah utara menuju daerah Galuh. Berhubung usia telah lanjut, perjalanannya pun sering berhenti, salah satunya di wilayah Babacek Dusun Legokmenol RT 17. Saat istirahat beliau berkata pada dua pengawalnya. “Saya tidak kuat lagi meneruskan perjalanan dan saya akan meninggalkan dunia ini”.

Ucapan itu jadi kenyataan, Surajaya tilem atau ngahiang. Mulai saat itu oleh Bagus Sahir dan bagus Nur Ihsan daerah tersebut diberi nama “SEDAMULIH” Seda artinya “jadi”, Mulih artinya “pulang”. Sedamulih artinya “jadi pulang”, tempat meninggalnya Surajaya (ngahiang) sekarang disebut Karamat Surajaya RT 17.

Menurut Cudin, kedua pengawal Surajaya, yaitu Bagus Sahir dan Bagus Nur Ihsan ngababakan di daerah itu . Tetapi bagus Nur Ihsan pergi ke sebelah selatan mendekati makam Surakanta dan akhirnya ia meninggal dunia lalu dimakamkan di Astana Bengkok Dusun Cibayawak RW 02. Kemudian Bagus Sahir pun meninggal dunia dengan meninggalkan dua orang anak yaitu Suramanggala dan Suraguna.

"Jasad Bagus Sahair dimakamkan di pinggir makam Surajaya di wilayah itu yang sekarang disebut karamat Bagus Sahir di Dusun Legokmenol (RT 17). Mulai dari saat itu kata SEDAMULIH diabadikan menjadi nama desa yaitu Desa Sidamulih hingga sekarang," kata Aki Cudin.*

 

Baca : Inilah Mitos Gunung Sawal Puncak Karantenan Gunung Sawal