Trending
Lestarikan Budaya Bahasa Ibu di Tasikmalaya

Lestarikan Budaya Bahasa Ibu di Tasikmalaya

Rabu, 20 Februari 2019 20:16 Dede Hadiyana Tradisi



Koropak.co.id - Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Ibu Sedunia, Paguyuban Daya Mahasiswa Sunda (Damas) Tasikmalaya akan menyelenggarakan kegiatan yang berjudul "Mieling Poe Basa Indung" yang digelar di Gedung Galih Prawesti, Jalan RAA Wiratanuningrat Nomor 12 Kota Tasikmalaya, Kamis (21/2/2019) besok mulai pukul 19.00 WIB.

Pada acara tersebut, Damas Tasikmalaya akan mempertunjukkan kesenian Sunda dari berbagai komunitas kesenian Tasikmalaya. Acara akan dipuncaki dengan gelaran "Mieling Poe Basa Indung" yakni menguak Basa Indung atau Bahasa Ibu.

Dikonfirmasi Koropak, Rabu (20/2/2019) Ketua Komunitas Satu Arah yang sekaligus menjadi panitia di acara "Mieling Poe Basa Indung", Wa Azim mengatakan, acara "Mieling Poe Basa Indung" ini merupakan kegiatan yang dirancang untuk memperingati Hari Bahasa Ibu Sedunia.

"Kegiatan ini digelar untuk memperingati momentum Hari Bahasa Ibu Sedunia, dengan menampilkan kesenian-kesenian Sunda oleh para seniman dari berbagai komunitas," ujarnya.

 

 

Koropak.co.id - Damas Tasikmalaya, Mieling Poe Basa Indung Sadunya 2

 

Baca : Hayu Maca, Mieling Poe Basa Indung Sadunya


Ditambahkan Wa Azim, yang menjadi tujuan utama dari acara tersebut yakni bagaimana masyarakat agar bisa lebih melestarikan bahasa ibu, khususnya masyarakat di Tasikmalaya dan umumnya di Jawa Barat.

"Bahasa ibu sekarang ini sudah sangat memprihatinkan. Pasalnya, seiring kemajuan zaman bahasa ibu sudah hampir hilang yang tergeser oleh budaya asing. Makanya, di sini masyarakat harus berperan aktif juga untuk bisa lebih melestarikan bahasa ibu," katanya.

Wa Azim pun berharap, acara yang akan berlangsung besok sukses dan berjalan dengan lancar. Diharapkan juga kegiatan tersebut dapat menjadi bukti nyata dalam melestarikan Basa Indung.

"Bukti nyata 'Mieling Poe Basa Indung' bukan hanya di masyarakat saja, tapi di tingkat pejabat atau SKPD Kota Tasikmalaya dengan menggerakkan aksi untuk membiasakan menggunakan Bahasa Ibu pada satu hari dalam seminggu. Walaupun masih sekedar harapan, semoga hal ini bisa terwujud," ucapnya.*

 

Baca  : Ratusan Warga Ikuti Rembug Duduluran

 

Berita Terkait